
Sriwijaya FC (SFC) akan menuju Thailand untuk melakoni laga babak 16 besar Piala AFC 2011,besok.Di Negeri Gajah Putih,anak-anak Palembang bakal dijamu Chonburi FC.
Namun, SFC pada laga dengan sistem sekali pertemuan ini dipastikan tampil tanpa striker andalan sekaligus kapten Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs. Pemain depan yang 11 September mendatang genap berusia 39 tahun ini terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Otomatis Kayamba pun tak dibawa saat tur ini.
Selain Kayamba,pemain utama yang pasti absen adalah Firman Utina. Playmaker elegan ini masih absen karena dalam tahap pemulihan penyakit hepatitis B.sedangkan Korinus Fingkrew,Jajang Mulyana, plus duo Korea Selatan (Korsel) Lim Jook-sik dan Kim Yong-hee juga tak dibawa. Empat pemain ini tak ikut serta karena belum terdaftar.
Asisten Pelatih SFC Kashartadi juga mengungkapkan, penjaga gawang ketiga SFC Andi Irawan dan gelandang Ade Suhendra tak dibawa. Semua pemain yang ke Thailand merupakan komposisi yang diinginkan Pelatih Ivan Venkov Kolev. ”Meski harus kehilangan Kayamba (terkena akumulasi kartu kuning),kami bersyukur bisa kembali menurunkan dua pemain muda yang menjadi tulang punggung SFC.
Mereka adalah winger Oktovianus Maniani dan gelandang bertahan Mahadirga Lasut pada laga penting ini,”katanya. Dari dua pemain tersebut,hanya Dirga,panggilan Mahadirga,yang berangkat bareng dengan tim. Sementara Oktovianus akan menunggu di Jakarta. Begitu pula dengan Kolev.
Pria asal Bulgaria ini sudah menanti tim di Thailand. ”Pak Kolev sudah menghubungi saya. Katanya, dia dari Bulgaria akan langsung ke Thailand setelah mengikuti pelatihan untuk mengambil lisensi pelatih A pro UEFA di sana (Bulgaria),”ungkap Kashartadi. Mengenai ancaman sanksi yang akan diberikan FIFA setelah pelaksanaan Kongres deadlock,Kashartadi menjamin tak memengaruhi mental bertarung anak asuhnya.
Menurut dia,pemain hanya fokus pada pertandingan ini, bukan yang lain. ”Para pemain tetap semangat.Mereka juga tidak mau terlalu memikirkan sanksi FIFA.Bagi mereka, lebih baik konsentrasi dengan laga yang ada di depan mata dulu,bukan yang lain,”cetus pria yang juga mantan pemain timnas Indonesia era 1990-an ini.
Terpisah,Manajer SFC Hendri Zainuddin mengungkapkan,saat ini mereka tidak mau dipusingkan memikirkan apa yang akan terjadi.”Saat ini kami hanya fokus pada persiapan tim menghadapi Chonburi FC.Karena,kami tahu mereka tim yang sangat baik, apalagi bertanding di depan pendukungnya.
Tapi,seluruh pemain kami memiliki keyakinan dan semangat yang tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi SFC dan Indonesia,” tandasnya. Rombongan Laskar Wong Kito, julukan SFC,kemarin pagi sekitar pukul 09.30 WIB bertolak ke Thailand. Kekuatan SFC menghadapi laga ini berjumlah 18 pemain. ● yopie cipta raharja
Namun, SFC pada laga dengan sistem sekali pertemuan ini dipastikan tampil tanpa striker andalan sekaligus kapten Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs. Pemain depan yang 11 September mendatang genap berusia 39 tahun ini terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Otomatis Kayamba pun tak dibawa saat tur ini.
Selain Kayamba,pemain utama yang pasti absen adalah Firman Utina. Playmaker elegan ini masih absen karena dalam tahap pemulihan penyakit hepatitis B.sedangkan Korinus Fingkrew,Jajang Mulyana, plus duo Korea Selatan (Korsel) Lim Jook-sik dan Kim Yong-hee juga tak dibawa. Empat pemain ini tak ikut serta karena belum terdaftar.
Asisten Pelatih SFC Kashartadi juga mengungkapkan, penjaga gawang ketiga SFC Andi Irawan dan gelandang Ade Suhendra tak dibawa. Semua pemain yang ke Thailand merupakan komposisi yang diinginkan Pelatih Ivan Venkov Kolev. ”Meski harus kehilangan Kayamba (terkena akumulasi kartu kuning),kami bersyukur bisa kembali menurunkan dua pemain muda yang menjadi tulang punggung SFC.
Mereka adalah winger Oktovianus Maniani dan gelandang bertahan Mahadirga Lasut pada laga penting ini,”katanya. Dari dua pemain tersebut,hanya Dirga,panggilan Mahadirga,yang berangkat bareng dengan tim. Sementara Oktovianus akan menunggu di Jakarta. Begitu pula dengan Kolev.
Pria asal Bulgaria ini sudah menanti tim di Thailand. ”Pak Kolev sudah menghubungi saya. Katanya, dia dari Bulgaria akan langsung ke Thailand setelah mengikuti pelatihan untuk mengambil lisensi pelatih A pro UEFA di sana (Bulgaria),”ungkap Kashartadi. Mengenai ancaman sanksi yang akan diberikan FIFA setelah pelaksanaan Kongres deadlock,Kashartadi menjamin tak memengaruhi mental bertarung anak asuhnya.
Menurut dia,pemain hanya fokus pada pertandingan ini, bukan yang lain. ”Para pemain tetap semangat.Mereka juga tidak mau terlalu memikirkan sanksi FIFA.Bagi mereka, lebih baik konsentrasi dengan laga yang ada di depan mata dulu,bukan yang lain,”cetus pria yang juga mantan pemain timnas Indonesia era 1990-an ini.
Terpisah,Manajer SFC Hendri Zainuddin mengungkapkan,saat ini mereka tidak mau dipusingkan memikirkan apa yang akan terjadi.”Saat ini kami hanya fokus pada persiapan tim menghadapi Chonburi FC.Karena,kami tahu mereka tim yang sangat baik, apalagi bertanding di depan pendukungnya.
Tapi,seluruh pemain kami memiliki keyakinan dan semangat yang tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi SFC dan Indonesia,” tandasnya. Rombongan Laskar Wong Kito, julukan SFC,kemarin pagi sekitar pukul 09.30 WIB bertolak ke Thailand. Kekuatan SFC menghadapi laga ini berjumlah 18 pemain. ● yopie cipta raharja
