
Para pemain klub juara bertahan Superliga Indonesia, Arema Indonesia, tampaknya sudah tidak sabar dengan perlakuan manajemen, terutama M. Nur yang menjabat sebagai ketua yayasan PT. Arema Indonesia.
Hari ini para pemain-pemain Arema menuntut M. Nur untuk mundur dari jabatannya tersebut sebagai bentuk pertanggung jawaban dan kejelasan status mereka di Arema. Tampaknya pemain Arema sudah mulai gerah melihat M. Nur yang sibuk mengurusi PSSI dan tidak mempedulikan nasib mereka.
Pelatih Arema, Miroslav Janu, juga angkat bicara. pelatih yang berasal dari Eropa Timur tersebut menyatakan bahwa PSSI berbeda dengan Arema, sehingga M. Nur seharusnya menyelesaikan tanggung jawabnya terlebih dahulu, bukan hanya memikirkan PSSI dengan kelompok 78-nya.
Pemain-pemain Arema hari ini (23/05) telah mendatangi kediaman M. Nur yang berada di kota Malang. Selama 30 menit mereka mengetuk pagar rumah kediaman M. Nur, namun tidak ada tanda-tanda pemilik rumah menyambut mereka, padahal mobilnya berada di garasi depan rumahnya. Setelah selama setengah jam menunggu dan tidak ada respon, pemain-pemain Arema akhirnya memutuskan untuk kembali.
Hari ini para pemain-pemain Arema menuntut M. Nur untuk mundur dari jabatannya tersebut sebagai bentuk pertanggung jawaban dan kejelasan status mereka di Arema. Tampaknya pemain Arema sudah mulai gerah melihat M. Nur yang sibuk mengurusi PSSI dan tidak mempedulikan nasib mereka.
Pelatih Arema, Miroslav Janu, juga angkat bicara. pelatih yang berasal dari Eropa Timur tersebut menyatakan bahwa PSSI berbeda dengan Arema, sehingga M. Nur seharusnya menyelesaikan tanggung jawabnya terlebih dahulu, bukan hanya memikirkan PSSI dengan kelompok 78-nya.
Pemain-pemain Arema hari ini (23/05) telah mendatangi kediaman M. Nur yang berada di kota Malang. Selama 30 menit mereka mengetuk pagar rumah kediaman M. Nur, namun tidak ada tanda-tanda pemilik rumah menyambut mereka, padahal mobilnya berada di garasi depan rumahnya. Setelah selama setengah jam menunggu dan tidak ada respon, pemain-pemain Arema akhirnya memutuskan untuk kembali.
