
Menang. Itulah syarat mutlak yang harus diraih Mitra Kukar untuk mengamankan tiket ke semifinal Divisi Utama. Itu adalah konsekuensi yang harus dipenuhi untuk menjaga peluang lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Kemenangan juga akan memastikan posisi juara grup B dan menghindarkan Naga Mekes –julukan Mitra Kukar– dari kewajiban bertemu Persidafon Dafonsoro yang sudah memastikan juara grup A.
Jika menang, Mitra Kukar bertemu Persiraja Banda Aceh yang menjadi runner-up grup A. Memang, saat ini Mitra Kukar masih berada di posisi pertama dengan koleksi empat poin, hasil sekali imbang dan sekali menang. Tetapi, itu bisa berbalik jika di laga sore nanti (kickoff pukul 16.30 Wita) Mitra Kukar gagal memukul PSAP Sigli yang sudah memiliki dua poin.
Persaingan di grup A memang masih memungkinkan semua tim lolos ke semifinal karena di laga lain, Persiba Bantul (dua poin) dan PSMS Medan (satu poin), masih saling jegal. Asisten pelatih Mitra Kukar Assegaf Razak menyatakan, peluang Mitra Kukar lolos ke partai semifinal sama besarnya dengan tim lain. Namun, dari segi persiapan, anak asuhnya boleh dikatakan siap luar dalam.
’’Saya beserta anak-anak sudah melihat gaya permainan mereka (PSAP Sigli, Red). Saya pikir setiap pemain Mitra sudah punya gambaran untuk mengatasi lawannya,” urai Assegaf kemarin (17/5).
Dari sisi teknis di lapangan, inisiatif menyerang total dengan tidak melupakan disiplin pertahanan menjadi andalan tim kebanggaan Kota Raja. Gaya permainan Sigli yang mengandalkan kecepatan serta agresivitas ternyata juga akan diredam dengan pola serupa.
’’Semua mungkin tahu Sigli punya kecepatan luar biasa, tetapi kami akan meladeninya dengan gaya serupa,” paparnya.
Layaknya ketika menghancurkan PSMS Medan, Mitra Kukar akan melakukan serangan sporadis dari berbagai sisi.
’’Inisiatif menyerang dari segala sisi adalah senjata utama. Pola serangan kami tidak berubah dari laga sebelumnya,” ujar Assegaf.
Sementara itu, Pelatih PSAP Sigli Anwar mengatakan, kembalinya Feri Komul di lini tengah setelah menjalani hukuman satu laga akibat kartu merah di laga perdana menambah semangat timnya.
’’Kami sebenarnya nggak mau bertahan, tetapi tuan rumah pasti melakukan serangan bertubi-tubi. Kami lihat waktu yang tepat untuk menyerang,” ujarnya.
