Share |

Mangkir Latihan , Maniani Okto Diambang Pencoretan


Gelandang andalan Timnas Indonesia Oktovianus Maniani tidak muncul pada latihan pagi, Sabtu (5/3/11). Staf tim belum bisa mendapat kabar darinya. Persoalan ini bisa dibilang gawat karena Okto masih dalam masa hukuman percobaan saat mangkir bulan lalu.

Kabar yang kurang mengenakkan di tengah persiapan Timnas Pra-Olimpiade yang tengah terkendala cedera itu disampaikan langsung pelatih Alfred Riedl usai memimpin latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta.

“Okto absen, saya tidak tahu dimana dia. Saya harap dia punya penjelasan yang bagus karena ini akan menjadi masalah serius. Sebelumnya dia juga pernah punya masalah,” ujar sang pelatih, yang sempat mengampuni Okto ketika dipaksa meninggalkan pemusatan latihan oleh klubnya, Sriwijaya FC.

“Ini akan menjadi keputusan yang berat (kalau harus menjatuhkan hukuman. Saya bisa pastikan itu. Tetapi kami akan mencoba menghubunginya dulu karena sampai saat ini kami belum bisa menghubunginya.”

“Jadi sebelum saya berbicara lebih jauh saya akan mencari dulu informasinya,” terang mantan penyerang Timnas Austria itu.

“Saya harap tidak ada hal buruk terjadi karena dia ada waktu sarapan bersama tim, tetapi dia tidak datang untuk latihan dengan tim. Kami tidak bisa menghubunginya. Tidak ada yang mengangkat telpon di kamarnya, ponselnya juga tidak dijawab,” ujarnya.

Lebih gawat lagi, Riedl sudah mendepak Titus Bonai yang membuat masalah saat uji coba di Hongkong dan kemudian setelah pulang dari Turkmenistan. Pelatih tampak berhati-hati mengambil sikap karena saat ini timnya mengalami krisis.

“Saya harap tidak ada hal buruk diulanginya. Tapi jika dia baik-baik saja dan tidak datang latihan, dia akan berada dalam masalah. Kita lihat saja nanti,” ungkap Riedl. “Saat ini yang tersisa tinggal 18 pemain, itu juga kalau Okto masih ikut bersama kami.”

Okto bisa disebut sebagai pemain favorit Riedl. Meski usianya masih muda, kecepatan dan kelincahannya menjadi kunci kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Ia menjadi pemain inti, bersama-sama pemain yang jauh lebih senior seperti Firman Utina, Bambang Pamungkas dan Markus Horison.

Riedl mengaku akan sangat kecewa jika gelandang asal Papua ini benar-benar melakukan tindakan indisipliner.

“Tentu saja saya kecewa. Orang yang saya percayai sepenuh hati, saya mempunyai keyakinan terhadap dia, ternyata yang terjadi seperti ini,” ungkap pelatih. [but]
Share on Google Plus

About 12paz