
PSSB Bireuen mendapat bantuan dana dari Pemerintah Aceh sebanyak Rp 650 juta. Dengan demikian, jumlah dana diterima PSSB selama dua pekan ini menjadi Rp 1.150.000.000, setelah sebelumnya juga mendapat suntikan dana dari Pemkab Bireuen sebesar Rp 500 juta.
Wakil manejer PSSB, Helmi Abdullah yang dikonfirmasi Serambi, kemarin membenarkannya. Namun bantuan dana dari Pemerintah Aceh sebesar Rp 650 juta itu, katanya, hingga petang kemarin belum masuk ke rekening Yayasan PSSB. “Benar dana itu ada, tetapi hingga sore ini (kemarin-red) belum masuk ke rekening yayasan,” katanya saat disela-sela menyaksikan latihan Syakir Sulaiman dkk di Stadion Cot Gapu.
Menurut Helmi, jika dana tersebut dicairkan, pihaknya menggunakan dana itu untuk membayar utang dengan pihak ketiga selama putaran pertama. Selebihnya uang tersebut akan dipergunakan untuk melunasi hak-hak pemain di luar gaji seperti bonus, dan uang pertandingan.
“Kalau untuk membayar gaji pemain belum bisa kita penuhi dengan jumlah itu, karena masih banyak kewajiban lain yang harus kita lunasi terutama hutang dengan pihak ketiga. Idealnya, untuk memenuhi kebutuhan tim selama satu kompetisi kita membutuhkan dana lebih kurang sebesar Rp 5,5 miliar, berarti satu putaran kita butuh dana sebesar Rp 2,7 miliar, sedangkan dana bantuan yang ada hanya 1,1 miliar,” sebut Helmi.
Ditambahkan Helmi, pihaknya sangat bersyukur atas dukungan dana dari Pemkab Bireuen dan Pemerintah Aceh. Meski dana itu masih sangat kekurangan dari kebutuhan, namun pihaknya akan mengirit serta menghemat.
Seperti diketahui, bantuan dana Rp 650 juta tidak hanya diterima PSSB Bireuen. Namun, bantuan yang berasal dari APBA-Perubahan tersebut juga diterima oleh Persiraja Banda Aceh, PSAP Sigli beserta PSLS Lhokseumawe.
