
Ketua Umum PSSI Nurdin Halid siap mengambil alih manajemen PSM jika benar-benar mundur dari Indonesia Super League (ISL). Nurdin menyatakan siap turun gunung dan membersihkan oknum-oknum pengurus yang dianggap selalu mempolitisasi PSM.
"Selama saya menjadi Ketua Umum PSSI, PSM tidak akan pernah mundur dari ISL. Kalau ada pengurus yang mau mempolitisasi PSM, maka sebagai orang yang pernah membesarkan tim ini saya pasti akan turun gunung," kata Nurdin kepada FAJAR, Rabu, 15 Desember.
Nurdin akan menunjuk orang kepercayaannya untuk mengelola PSM. Meski tak menyebut siapa orang tersebut, Nurdin yang membawa PSM juara Ligina VI ini mengatakan figur yang akan ditunjuk berpengalaman di sepak bola.
Sebelumnya, adik kandung Nurdin yang juga mantan manajer PSM, Kadir Halid sempat menyatakan siap mengambil alih tim. Ada kemungkinan Kadir yang akan kembali dipercaya memimpin manajemen Pasukan Ramang untuk melanjutkan sisa pertandingan ISL. Kadir sendiri masih tercatat sebagai Ketua Pengprov PSSI Sulsel.
Nurdin juga mengatakan, sangat menyesalkan munculnya opini di masyarakat seolah-olah PSM dizalimi. Bahkan sampai ada tuduhan konspirasi hanya untuk menjegal langkah PSM berprestasi di ISL.
"Saya tegaskan semua itu tidak ada. Kalau pengurus PSM menuduh ada konspirasi silakan buktikan. Kami juga sudah menghukum wasit, tapi itu tidak boleh dibeberkan karena aturan FIFA tidak membolehkan," kata Nurdin.
Jika PSM mengambil langkah ekstrem mundur dari ISL, Nurdin akan membentuk tim baru. Setelah itu membentuk struktur baru di bawah kendali langsung PSSI.
Bagaimana tanggapan pengurus PSM? Melalui kuasa hukum, Syahril Cakkari, pihaknya mempersilakan pihak luar mengambil alih manajemen tim.
"Kami semua sudah mundur, silakan menawarkan diri. Kami bersyukur kalau ada yang bersedia. Memang ini murni demi menyelamatkan prestasi PSM," kata Cakkari.
Kuasa huasa hukum yang berprofesi sebagai pengacara ini menuturkan, manajemen PSM yang ramai-ramai mundur murni karena tak sanggup menghadapi tekanan dan tuntutan prestasi.
"Kalau ada yang bersedia silakan. Kami sangat berterima kasih," lanjut Cakkari.
Abu Djaropi Siap
Sementara itu, pengusaha asal Makassar, Abu Djaropi menyatakan kesediaannya untuk memimpin manajemen PSM menyusul bubarnya pengelolaan tim di tengah jalan.
Sebagai warga Sulsel, Djaropi mengaku terpanggil untuk menyelamatkan tim berjuluk Pasukan Ramang tersebut. "Insya Allah saya siap menjadi pengelola tim PSM yang baru. Ini demi mempertahankan gengsi tim kebanggaan masyarakat Sulsel," kata Djaropi kepada FAJAR, kemarin.
Komisaris di PT Hadji Kalla Group itu mengaku sudah berkomunikasi dengan Kadir Halid untuk mengelola PSM. Djaropi ingin bekerja sama dengan Kadir untuk melanjutkan manajemen PSM.
"Saya juga akan segera berkomunikasi dengan Wali Kota Makassar sekaligus ketua umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin," kata mantan Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel itu. (aci)
