
Malaysia berencana menjual tiket final leg pertama pada hari Kamis. Meski begitu belum ada kepastian tentang kapan persisnya tanda masuk di Stadion Bukit Jalil itu mulai dilepas ke pasaran.
Malaysia menjadi tuan rumah leg pertama final Piala AFF 2010 dengan menjamu Indonesia. Pertandingan itu digelar pada 26 Desember.
Hingga berita ini diturunkan masih belum ada kepastian soal kapan tiket mulai dijual. Ketika mengakses situs resmi federasi sepakbola Malaysia (FAM) dan situs resmi turnamen, belum ada keterangan tentang hal tersebut.
Ketua urusan ticketing FAM Datuk S. Svasundram, seperti dilansir dari Malaysia Utusan Online, mengatakan bahwa tiket rencananya dijual pada hari Kamis. Ini mempertimbangkan bahwa hari Sabtu adalah hari libur Natal.
"Rencana awal tersebut bakal dibicarakan dalam pertemuan hari ini," ujar Sivasundram.
"Kami juga masih ada proposal tentang kuota bagi suporter tuan rumah dan suprter lawan. Semua itu akan dibahas dan diputuskan dalam pertemuan soal ticketing nanti," tukas dia.
Bila rencana itu memang disetujui, dalam artian tiket mulai dilepas ke pasaran pada hari Kamis, bukankah itu mepet sekali dengan hari pertandingan?
Sebagai perbandingan, untuk laga semifinal leg kedua di Indonesia yang berlangsung pada 29 Desember, layanan penjualan/pemesanan voucher tiket sudah dilakukan mulai 23 Desember atau sekitar seminggu sebelum hari H.
Hal ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Negeri Jiran, seperti dituturkan deputi ketua komite eksekutif FAM Datuk Subahan Kamal bahwa masyarakat di sana cenderung membeli tiket menjelang saat terakhir.
( nar / mad )
Malaysia menjadi tuan rumah leg pertama final Piala AFF 2010 dengan menjamu Indonesia. Pertandingan itu digelar pada 26 Desember.
Hingga berita ini diturunkan masih belum ada kepastian soal kapan tiket mulai dijual. Ketika mengakses situs resmi federasi sepakbola Malaysia (FAM) dan situs resmi turnamen, belum ada keterangan tentang hal tersebut.
Ketua urusan ticketing FAM Datuk S. Svasundram, seperti dilansir dari Malaysia Utusan Online, mengatakan bahwa tiket rencananya dijual pada hari Kamis. Ini mempertimbangkan bahwa hari Sabtu adalah hari libur Natal.
"Rencana awal tersebut bakal dibicarakan dalam pertemuan hari ini," ujar Sivasundram.
"Kami juga masih ada proposal tentang kuota bagi suporter tuan rumah dan suprter lawan. Semua itu akan dibahas dan diputuskan dalam pertemuan soal ticketing nanti," tukas dia.
Bila rencana itu memang disetujui, dalam artian tiket mulai dilepas ke pasaran pada hari Kamis, bukankah itu mepet sekali dengan hari pertandingan?
Sebagai perbandingan, untuk laga semifinal leg kedua di Indonesia yang berlangsung pada 29 Desember, layanan penjualan/pemesanan voucher tiket sudah dilakukan mulai 23 Desember atau sekitar seminggu sebelum hari H.
Hal ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Negeri Jiran, seperti dituturkan deputi ketua komite eksekutif FAM Datuk Subahan Kamal bahwa masyarakat di sana cenderung membeli tiket menjelang saat terakhir.
( nar / mad )
