Pelatih PSM, Robert Alberts, akan menghadiri sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Jumat, 19 November. Surat pemanggilan Komdis PSSI mengenai jadwal ulang sidang Robert telah diterima manajemen PSM.
"Suratnya sudah ada. Kami akan menghadiri sidang itu agar bisa melakukan pembelaan. Kami belum tahu materi sidangnya seperti apa," kata Syahril Cakkari, kuasa hukum PSM.
Cakkari yakin Robert bakal bebas dari sanksi. Berdasarkan bukti yang diterima, tidak cukup alasan jika Robert harus dikenai hukuman. "Kita lihat nanti, bagaimana materi. Yang pasti kami sangat hargai karena Komdis PSSI mau menjadwal ulang persidangan," kata Cakkari.
Robert memang masuk lapangan jeda babak pertama seusai pertandingan antara PSM melawan Bontang FC. Pada pertandingan itu PSM menang tipis 1-0. Satu gol Bontang FC ikut dianulir wasit Sutyono asal Surabaya.
Blak-blakan
Robert buka suara soal desakan suporter yang menginginkan dirinya tetap setia mendampingi tim. Pelatih asal Belanda ini blak-blakan menyatakan bahwa kepergiannya ke Malaysia sudah diatur dalam klausul kontrak.
Robert harus pulang ke Malaysia dua kali dalam sebulan karena ada urusan penting di negara istrinya. Sesuai isi kontrak, dia dibenarkan pulang karena memang sejak awal tidak ingin melatih di Indonesia lagi. Hanya saja, manajemen PSM terus mendesak dan menginginkan dirinya.
"Kita sama-sama bantu PSM. Teman-teman jurnalis dan suporter harus membangun tim ini. Kalau mau tangguh, tim ini dibangun dengan kebersamaan," kata Robert seusai memimpin latihan PSM kemarin.
Robert tidak mengungkapkan urusan yang menurutnya penting di Malaysia. Namun urusan itu, kata dia, sama pentingnya jika melatih skuad PSM.
Di tempat terpisah, Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, mengungkapkan bahwa sejak awal Robert berat hati ingin melatih PSM. Lantaran manajemen PSM terus membujuk, akhirnya dia bersedia.
Salah satu cara agar bisa mendapatkan Robert kata Hendra, pihaknya lebih dahulu menggaet mantan asistennya di Arema Indonesia, Liestiadi dan Herman Kadiaman.
"Dua asisten itu lebih awal kita ikat kontrak agar bisa menarik hati Robert bahwa kami serius. Alhamdulillah dia bersedia, meski dengan syarat. Syaratnya ya itu tadi. Dia pulang dua kali dalam sebulan ke Malaysia," jelas Hendra.
"Suratnya sudah ada. Kami akan menghadiri sidang itu agar bisa melakukan pembelaan. Kami belum tahu materi sidangnya seperti apa," kata Syahril Cakkari, kuasa hukum PSM.
Cakkari yakin Robert bakal bebas dari sanksi. Berdasarkan bukti yang diterima, tidak cukup alasan jika Robert harus dikenai hukuman. "Kita lihat nanti, bagaimana materi. Yang pasti kami sangat hargai karena Komdis PSSI mau menjadwal ulang persidangan," kata Cakkari.
Robert memang masuk lapangan jeda babak pertama seusai pertandingan antara PSM melawan Bontang FC. Pada pertandingan itu PSM menang tipis 1-0. Satu gol Bontang FC ikut dianulir wasit Sutyono asal Surabaya.
Blak-blakan
Robert buka suara soal desakan suporter yang menginginkan dirinya tetap setia mendampingi tim. Pelatih asal Belanda ini blak-blakan menyatakan bahwa kepergiannya ke Malaysia sudah diatur dalam klausul kontrak.
Robert harus pulang ke Malaysia dua kali dalam sebulan karena ada urusan penting di negara istrinya. Sesuai isi kontrak, dia dibenarkan pulang karena memang sejak awal tidak ingin melatih di Indonesia lagi. Hanya saja, manajemen PSM terus mendesak dan menginginkan dirinya.
"Kita sama-sama bantu PSM. Teman-teman jurnalis dan suporter harus membangun tim ini. Kalau mau tangguh, tim ini dibangun dengan kebersamaan," kata Robert seusai memimpin latihan PSM kemarin.
Robert tidak mengungkapkan urusan yang menurutnya penting di Malaysia. Namun urusan itu, kata dia, sama pentingnya jika melatih skuad PSM.
Di tempat terpisah, Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, mengungkapkan bahwa sejak awal Robert berat hati ingin melatih PSM. Lantaran manajemen PSM terus membujuk, akhirnya dia bersedia.
Salah satu cara agar bisa mendapatkan Robert kata Hendra, pihaknya lebih dahulu menggaet mantan asistennya di Arema Indonesia, Liestiadi dan Herman Kadiaman.
"Dua asisten itu lebih awal kita ikat kontrak agar bisa menarik hati Robert bahwa kami serius. Alhamdulillah dia bersedia, meski dengan syarat. Syaratnya ya itu tadi. Dia pulang dua kali dalam sebulan ke Malaysia," jelas Hendra.
