
Nama Christian 'El Loco' Gonzales akhirnya menghiasi wajah timnas Indonesia. Pemain asal Uruguay itu telah resmi menjadi warga negara Indonesia dan akan memperkuat timnas di Piala AFF 2010.
Meski demikian, banyak pihak yang menilai El Loco masih menyimpan bom waktu saat membela Merah Putih. Maklum, striker yang kini membela Persib Bandung itu selama ini terkenal temperamental.
Sejak pertama kali merumput di Indonesia pada 2003 lalu, dia sudah berurusan dengan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebanyak lima kali karena ribut dengan pemain lawan dan pelecehan terhadap wasit.
Terakhir, El Loco kembali berurusan dengan Komdis PSSI saat membela Persik Kediri pada 2008 lalu. Saat itu, El Loco diskors 12 bulan plus denda sebesar Rp75 juta karena terbukti memukul pemain PSMS, Erwinsyah Hasibuan.
Namun tak jauh beda dengan sanksi-sanksi sebelumnya, El Loco kembali bebas sebelum menjalankan seluruh masa hukumannya. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid kembali mengampuni pemain berusia 34 tahun lalu.
Manajer timnas Andi Darussalam Tabusalla mengaku paham soal temperamen El Loco. Menurutnya, pengalaman di kompetisi nasional sudah cukup mendewasakan El Loco saat membela timnas.
"Sebagai pemain naturalisasi, setidaknya dia juga memiliki motivasi yang lebih. Dan saya pikir, asisten manajer Iwan Budianto cukup mengenal baik Christian. Ini menjadi modal untuk lebih mengenal dia," kata Andi.
El Loco sendiri telah mencetak tiga gol bersama timnas. Dua gol dicetak saat Indonesia mengalahkan Timor Leste 6-0. Sedangkan satu gol lagi dicetak saat Indonesia menang 2-0 atas Taiwan.
Pada kesempatan yang sama, Iwan mengatakan bermain untuk tim Merah Putih merupakan mimpi El Loco dan keluarganya. Karena itu, kesempatan ini menurut Iwan tak akan disia-siakan oleh mantan pemain PSM Makassar itu.
"Dia selalu bermimpi bersama istrinya untuk bermain bersama timnas. Maka ketika mimpi itu datang, maka dia akan memberikan yang terbaik," kata Iwan.
"Dulunya, dia (El Loco) bukan tipikal striker yang rajin. Namun, sejak memperkuat Persib dan kesalahannya diputihkan, dia mulai rajin mencari bola," tandas mantan manajer Persik Kediri itu.
Meski demikian, banyak pihak yang menilai El Loco masih menyimpan bom waktu saat membela Merah Putih. Maklum, striker yang kini membela Persib Bandung itu selama ini terkenal temperamental.
Sejak pertama kali merumput di Indonesia pada 2003 lalu, dia sudah berurusan dengan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebanyak lima kali karena ribut dengan pemain lawan dan pelecehan terhadap wasit.
Terakhir, El Loco kembali berurusan dengan Komdis PSSI saat membela Persik Kediri pada 2008 lalu. Saat itu, El Loco diskors 12 bulan plus denda sebesar Rp75 juta karena terbukti memukul pemain PSMS, Erwinsyah Hasibuan.
Namun tak jauh beda dengan sanksi-sanksi sebelumnya, El Loco kembali bebas sebelum menjalankan seluruh masa hukumannya. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid kembali mengampuni pemain berusia 34 tahun lalu.
Manajer timnas Andi Darussalam Tabusalla mengaku paham soal temperamen El Loco. Menurutnya, pengalaman di kompetisi nasional sudah cukup mendewasakan El Loco saat membela timnas.
"Sebagai pemain naturalisasi, setidaknya dia juga memiliki motivasi yang lebih. Dan saya pikir, asisten manajer Iwan Budianto cukup mengenal baik Christian. Ini menjadi modal untuk lebih mengenal dia," kata Andi.
El Loco sendiri telah mencetak tiga gol bersama timnas. Dua gol dicetak saat Indonesia mengalahkan Timor Leste 6-0. Sedangkan satu gol lagi dicetak saat Indonesia menang 2-0 atas Taiwan.
Pada kesempatan yang sama, Iwan mengatakan bermain untuk tim Merah Putih merupakan mimpi El Loco dan keluarganya. Karena itu, kesempatan ini menurut Iwan tak akan disia-siakan oleh mantan pemain PSM Makassar itu.
"Dia selalu bermimpi bersama istrinya untuk bermain bersama timnas. Maka ketika mimpi itu datang, maka dia akan memberikan yang terbaik," kata Iwan.
"Dulunya, dia (El Loco) bukan tipikal striker yang rajin. Namun, sejak memperkuat Persib dan kesalahannya diputihkan, dia mulai rajin mencari bola," tandas mantan manajer Persik Kediri itu.
