BESOK, Selasa (30/11/2010), pelatih tim nasional Alfred Riedl meloloskan 22 pemain dalam skuad Indonesia di AFF Suzuki Cup 2010. Lusa, Rabu (1/12/2010), melengganglah Garuda Merah-Putih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, menghadapi seteru pertama di Grup A, Malaysia.
Sejak Ivan Kolev menangani Hamka Hamzah dkk di Piala Asia China 2004, terlihat kecenderungan pelatih timnas berikutnya mengikuti trend yang dipopulerkan pelatih asal Bulgaria itu. Trend yang ditebarkan Kolev, yakni menduetkan dua pemain di jantung pertahanan yang berasal dari satu klub.
Di China 2004, duet bek penjaga di pertahanan tengah yang diapit bek sayap kiri-kanan berintikan Harry Saputra-Firmansyah. Duo ini pada 2003-2004 mengawal Persikota Tangerang melesat ke papan atas Liga Indonesia. Kolev mengulangi caranya di Piala Asia 2007 ketika memberi kesempatan bagi Maman Abdurrahman-Charis Yulianto, keduanya saat itu, memperkuat Persib Bandung.
Alfred Riedl, si tegas-kocak berkebangsaan Austria, terpengaruh patron yang dikembangkan oleh Kolev dulu. Di skuadnya kini terdapat sepasang duet penjaga jantung pertahanan. Mereka adalah Nova Ariyanto-Maman Abdurrahman (keduanya pemain Persib Bandung) dan Muhammad Roby-Hamka Hamzah (Persisam Samarinda). Selain keempat pemain itu, masih ada empat bek sayap lagi, yakni Muhammad Nasuha, Slamet Riyadi, Zulkifli Syukur, dan Beny Wahyudi. Delapan pemain itu akan bersaing merebut posisi 4 lini belakang dalam format sejajar (flat-back-four) sebagai skema tetap ala Riedl.
Ditilik dari senioritas, Nova boleh dibilang menjadi "kepala suku" yang paling berpengalaman. Pemain ini menemukan karakter awal yang membentuknya hingga jadi seperti sekarang sejak dilatih Bernard Schumm di PSSI Pra-Olimpiade 1999. Namun informasi terakhir, anak pelatih Sartono Anwar ini harus membuang kesempatannya tampil di AFF Suzuki Cup 2010 lantaran cedera. Posisinya kini tergantikan Yasayas Desnam, bek asal Persiwa Wamena.
Dua ujicoba terakhir di Palembang belum cukup unjuk kebolehan pemain belakang. Lawan Timor Leste dan China Taipei tidak banyak menyerang pertahanan Indonesia. Meski ada satu-dua sampai 3 kali gawang yang dijaga Markus Harison terancam bahaya di babak kedua laga kontra China Taipei, Rabu (24/11). Tapi secara total tidak terjadi kekeliruan fatal di kubu pertahanan.
Kuat-lemah timnas disimak dari lini belakang, terfokus fakta bahwa skuad Riedl sempat dicukur habis Uruguay dengan skor 1-7, pada 8 Oktober lalu. Tim Amerika Latin itu bukan lawan sepadan, memang, karena Diego Lugano cs semifinalis Piala Dunia 2010.
Posisi bek sayap kanan, duo Arema FC, Zulkifli Syukur dan Beny Wahyudi, punya kans sama untuk masuk skuad inti. Syukur lebih berani menusuk jauh ke depan, menumpuk tempat di lapangan tengah bila gelandang M Ridwan keluar menyerang. Beny masih perlu menahan diri untuk "naik" dan mengadaptasi pola ketat-renggang dalam jajaran 4 bek bila salah seorang dari mereka terlambat "turun" sementara lawan menyerang cepat atau bola telah memasuki ruang tembak.
Muhammad Nasuha dan Slamet Riyadi di pos bek sayap kiri memiliki kemampuan fisik setara. Tapi Nasuha mudah panik kalau diguncang giringan bola dari winger yang piawai dalam gerak solo-run. Saat memperkuat Sriwijaya FC Palembang di AFC Cup 2009 lalu, berduel dengan sayap lincah dari Binh Duong FC Nguyen Vu Pong yang bergerak licin mengalirkan direct-ball dari kanan luar, Nasuha berkali-kali kena tekuk. Sementara teknis permainan Slamet masih sedikit di bawah kemampuan kompetitornya itu. Namun bek Persela Lamongan ini lebih ulet berhadapan satu lawan satu dengan winger lawan.
Di jantung pertahanan, duet siapapun yang dipasang Riedl harus mencermati bola-bola terobosan sebagai senjata kombinasi Malaysia dan terutama Thailand. Antara Maman, Hamka, dan Roby mesti terbagi jelas peran siapa penghadang pertama dan siapa yang menunggu dengan posisi lebih ke belakang. Secara reaktif Maman dan Hamka bisa diandalkan menyergap duluan. Sedangkan Roby punya bekal tekel bersih yang bagus untuk ditempatkan sebagai pemain terakhir sebelum penjaga gawang. Ketiganya juga cukup mumpuni mengantisipasi duel di udara. Tinggal lagi kini meminta kewaspadaan bek-bek sayap guna mencegah aliran bola silang.
Di bawah mistar, Markus boleh jadi terus menetap sebagai kiper utama. Cadangannya, Ferry Rotinsulu yang masih cenderung lemah dalam penempatan posisi terhadap umpan silang, kini mendapat saingan baru Kurnia Meiga. Fokus koordinasi lini belakang yang dijaga melalui komunikasi antara penjaga gawang dengan empat bek di depannya merupakan syarat mutlak keamanan di sana.
Itulah gambaran ringkas menyoal kuat-lemah skuad lini belakang PSSI jelang AFF Suzuki Cup 2010. Mari bersama kita menanti kemenangan Merah-Putih.
Sejak Johannes Christoffel van Mastenbroek melatih Mo Heng dkk ke Piala Dunia Prancis 1938, Indonesia sudah 27 kali gonta-ganti pelatih. Riedl, pelatih ke-28, diharapkan sukses dalam tugas perdananya.