
Belum lagi kembali ke Indonesia, pelatih Arema, Miroslav Janu dibuat meradang dengan program latihannya yang terancam berantakan. Menyusul, agenda latihan perdana Arema mengalami perubahan tanpa ada persetujuannya.
Semula Miro menginginkan latihan pertama Pierre Njanka dkk pasca liburan dua minggu ini dimulai Kamis (18/11) depan. Namun manajemen Arema memutuskan untuk memperpanjang libur pemain tersebut hingga Sabtu (20/11) nanti. Manajemen mempertimbangkan, jika pemain sudah harus kembali ke Malang Rabu (17/11) besok, itu bersamaan dengan libur hari raya Idul Adha. Sehingga untuk menyesuaikan dengan agenda hari libur nasional itu, pemain dapat jatah libur tambahan.
Menurut keterangan pelaksana harian Arema, Abriadi Muhara, pemain akan kembali latihan Minggu (21/11) yang akan datang. Pemain-pemain pun kabarnya sudah dikondisikan untuk jatah perpanjangan libur tersebut.
Namun rupanya Miro tidak tahu menahu perihal adanya tambahan libur untuk pemain Arema ini. Meski manajemen mengaku sudah mengkoordinasikan atau melaporkan rencana libur pemain yang diperpanjang empat hari ini.
‘’Saya tidak tahu, kenapa libur harus diperpanjang. Padahal saya sudah siapkan program latihan mulai 18 November, kenapa harus diganti lagi,’’ ungkap Miro saat dihubungi melalui sambungan internasional, kemarin.
Saat diberi penjelasan terkait tanggal 17 November bersamaan Idul Adha yang adalah libur nasional, Miro justru mengaku bahwa program yang telah disusunnya itu adalah hasil diskusi dengan asisten pelatih dan pemain Arema.
‘’Saya sudah lama menyusun program latihan ini, kenapa Joko, Dwi dan Tony (tiga asisten pelatih Arema) diam saja. Pemain juga diam, jadi sebenarnya tidak ada masalah, saya tidak tahu kenapa,’’ katanya.
Miro tampaknya merasa kecolongan dengan program latihannya yang bisa saja menjadi tak sesuai agenda waktunya. Meski mantan pelatih Slavia Praha ini berusaha untuk memahami, kalau pun Rabu (17/11) besok memang harus ada libur nasional.
‘’Okelah, 17 November libur dan semua bisa ada libur, tapi 18 harus tetap ada latihan. Jadi kenapa harus mulai latihan tanggal 21 November. Sekarang mau bagaimana, saya tidak bisa urus ini semua dari sini (dari Ceko),’’ katanya.
Padahal dari kesepakatan yang dibuatnya dengan pemain, bagi yang terlambat datang pada latihan perdana, akan dikenai sanksi berupa denda Rp 5 juta. Miro sendiri terlanjur menjadwalkan keberangkatannya dari Ceko pada 17 November besok
‘’Saya berangkat tanggal 17, sampai di Jakarta 18 November dan langsung urus KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas),’’ sebut Miro. ‘’Kalau tahu libur diperpanjang, saya akan datang tanggal 21 November,’’ sambungnya.
Lebih lanjut Miro mengaku, harusnya setelah Arema tanding lawan Pelita Jaya, 3 November lalu tak langsung diliburkan, melainkan tetap ada latihan jika akhirnya pemain ternyata mendapat jatah libur lebih seperti saat ini.
‘’Sekarang ini pemain benar-benar mendapat libur panjang. Kalau saya tahu dulu, libur akan saya tunda dan tetap ada latihan dulu. Ya, kita lihat nanti saat latihan, bagaimana kondisi pemain,’’ yakin Miro.
Sementara perihal pemberlakukan sanksi denda, pelatih yang pernah menukangi PSM Makassar ini tampaknya mulai berfikir ulang untuk menerapkannya. ‘’Saya tidak tahu, lihat saja nanti. Saya balum dapat informasi untuk tambahan libur ini,’’ pungkas Miro berusaha bijak.
