Share |

Hadapi Persijap , Persisam Ingin Ulang Memori


Stadion Bumi Kartini Jepara menyimpan kenangan indah bagi Persisam Putra musim lalu, ketika untuk kali pertama berkiprah di kasta tertinggi sepak bola nasional. Ya, setahun lalu lalu atau pada 1 November 2009, Persisam Putra sukses menaham imbang Persijap dengan skor 1-1 lewat gol tunggal Pipat "Pithon" Thonkaya di menit 76, setelah sebelumnya tuan rumah unggul lewat Evaldo 4 menit sebelum babak pertama usai. Tak hanya sukses meraih poin 1, skuad Pesut Mahakam saat itu juga menjadi tim pertama yang mengoyak gawang Danang Wihatmoko. Dan pada putaran kedua yang dimainkan di Stadion Segiri pada 24 April 2010, Achmad Sembiring dkk berpesta dengan kemenangan 5 gol tanpa balas.
Dan musim ini dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 sore ini (siaran langsung Antv pukul 16.30 Wita), Persisam Putra berharap memori tersebut dapat terulang. Apalagi kekuatan tim tamu tak banyak berubah. Kedua tim saat ini tengah berada di posisi tak nyaman pada klasemen sementara. Tuan rumah berada di peringkat 16 sedangkan Persisam Putra 3 strip di atasnya. Artinya bentrok kedua tim bakal menghadirkan pertarungan ketat, karena sama-sama membutuhkan angka guna perbaikan posisi.
"Target kita sejak awal sudah jelas, yaitu mencuri satu angka di Jepara. Memang bukan misi mudah, tetapi segala sesuatu bisa saja terjadi sepanjang 90 menit," kata Hendri Susilo, arsitek tim Pesut Mahakam.
Diakui Hendri kalau Persijap yang saat ini diarsiteki Sumin Diharja, berpotensi menjadi tim keempat yang mengalahkan pasukannya. Faktor tuan rumah jelas akan dimaksimalkan Johan Juansyah dkk.
"Motivasi mereka pasti sangat tinggi untuk mengalahkan kita. Apalagi mereka sudah meraih kemenangan pertama di kandang saat mengalahkan Persiwa Wamena," terang Hendri.
Mewaspadai kebangkitan Laskar Kalinyamat - julukan Persijap - jelas harus dilakukan Persisam Putra, meski secara kualitas pemain Ronald Fagundez dkk lebih unggul.
Sayangnya Persisam Putra tak tampil dengan kekuatan penuh. Absennya Pavel Solomin serta belum fitnya kondisi M Robby, menjadi salah satu kelemahan di tim oranye ini.
"Kalau ada Pavel tentu pilihan pemain akan lebih banyak. Tapi saya sudah siapkan penggantinya. Sementara soal M Robby, saya masih menunggu kabar terakhir tentang cedera otot pahanya," papar Hendri.
Pastinya Hendri ingin seluruh pemainnya bisa menuntaskan misi meraih angka. Terlepas dari faktor rekor pertemuan, Hendri ingin pemainnya konsentrasi penuh selama 2x45 menit.
"Saya minta doa dari masyarakat Samarinda dan Kaltim secara umum. Semoga target meraih poin bisa terwujud," tegasnya.
Share on Google Plus

About 12paz