
Setelah melakoni empat pertandingan tandang beruntun, PSM akan menjalani laga kandang perdananya di Indonesia Super League (ISL), Kamis, 28 Oktober malam nanti. Pasukan Ramang kedatangan Persisam Samarinda yang pada laga sebelumnya sukses menahan imbang tuan rumah Persiwa Wamena, 1-1, 20 Oktober lalu.
Ekspektasi tinggi mengiringi pertandingan PSM kali ini. Betapa tidak, Andi Oddang dkk sukses meraih tiga kemenangan away. Jadi tak heran jika kemenangan dianggap sebagai sesuatu yang wajib diraih.
Masalahnya, mampukah tim asuhan Robert Rene Alberts ini memikul beban berat harus menang di depan pendukung sendiri? Robert menanggapinya dengan enteng. Menurut pelatih berkebangsaan Belanda ini, para pemainnya justru termotivasi tampil di hadapan publik sendiri. Alasannya, getaran dukungan sudah dirasakan sejak PSM berada di luar. Ada suporter yang ikut hingga ke kandang lawan, menjemput di bandara, dan hadir saat PSM berlatih di Lapangan Karebosi.
"Di kandang sendiri dukungan tentu lebih dahsyat. Menang harga mati. Suporter di sini bagus. Mereka total mendukung kami,"ujar Robert penuh ambisi usai memimpin latihan timnya di Stadion Andi Mattalatta, Rabu, 27 Oktober pagi.
Tren positif yang diperlihatkan para pemain juga dianggap sebagai pemicu fanatisme terhadap tim. "Kita tentu berharap itu,"imbuh pria yang mengantar Arema Indonesia juara ISL musim lalu.
Satu-satunya kekhawatiran Robert adalah adaptasi pemain terhadap rumput baru di stadion. Menurut sang arsitek, lapangan yang baru diperbaiki tersebut belum teruji. Hanya, Robert harusnya tidak panik sebab lawan pun baru sekali mencoba rumput, yakni saat menggelar uji lapangan sore kemarin.
Soal teknis, Robert tidak khawatir meski kondisi sejumlah pemain masih meragukan. Penggawa paling subur sejauh ini, Andi Oddang bermasalah dengan cedera paha. Pemain asal Suriah, Marwan Sayedeh juga tidak begitu fit karena baru tiba dari Singapura, dinihari kemarin.
Robert juga tampaknya akan mempertahankan sebagian besar starter yang turun saat mengalahkan Persib Bandung. Namun tidak menutup kemungkinan ada penghuni bench yang bakal turun sejak menit awal. "Robert profesional. Pemain yang performanya bagus saat latihan, berpeluang jadi inti,"sebut asisten manajer bidang teknik, Abdi Tunggal.
Di kubu lawan, Persisam mencoba realistis. Tim asal Kalimantan Timur ini hanya membidik satu poin. Kondisi PSM yang sedang stabil membuat mereka tahu diri. "PSM tentu tidak mau kehilangan poin di kandang. Apalagi mereka sedang bagus-bagusnya,"tutur asisten pelatih Persisam, Yopi Riwoe.
Adanya empat eks PSM di Persisam tidak membuat mereka sesumbar menang. Ronald Fagundez, Irsyad Aras, Julio Lopez, dan sang kapten Akbar Rasyid memang cukup mengenal karakter permainan Pasukan Ramang. Tetapi mengetahui PSM bakal mendapat dukungan dari ribuan pendukungnya, Persisam tidak berani bicara menang.
Ekspektasi tinggi mengiringi pertandingan PSM kali ini. Betapa tidak, Andi Oddang dkk sukses meraih tiga kemenangan away. Jadi tak heran jika kemenangan dianggap sebagai sesuatu yang wajib diraih.
Masalahnya, mampukah tim asuhan Robert Rene Alberts ini memikul beban berat harus menang di depan pendukung sendiri? Robert menanggapinya dengan enteng. Menurut pelatih berkebangsaan Belanda ini, para pemainnya justru termotivasi tampil di hadapan publik sendiri. Alasannya, getaran dukungan sudah dirasakan sejak PSM berada di luar. Ada suporter yang ikut hingga ke kandang lawan, menjemput di bandara, dan hadir saat PSM berlatih di Lapangan Karebosi.
"Di kandang sendiri dukungan tentu lebih dahsyat. Menang harga mati. Suporter di sini bagus. Mereka total mendukung kami,"ujar Robert penuh ambisi usai memimpin latihan timnya di Stadion Andi Mattalatta, Rabu, 27 Oktober pagi.
Tren positif yang diperlihatkan para pemain juga dianggap sebagai pemicu fanatisme terhadap tim. "Kita tentu berharap itu,"imbuh pria yang mengantar Arema Indonesia juara ISL musim lalu.
Satu-satunya kekhawatiran Robert adalah adaptasi pemain terhadap rumput baru di stadion. Menurut sang arsitek, lapangan yang baru diperbaiki tersebut belum teruji. Hanya, Robert harusnya tidak panik sebab lawan pun baru sekali mencoba rumput, yakni saat menggelar uji lapangan sore kemarin.
Soal teknis, Robert tidak khawatir meski kondisi sejumlah pemain masih meragukan. Penggawa paling subur sejauh ini, Andi Oddang bermasalah dengan cedera paha. Pemain asal Suriah, Marwan Sayedeh juga tidak begitu fit karena baru tiba dari Singapura, dinihari kemarin.
Robert juga tampaknya akan mempertahankan sebagian besar starter yang turun saat mengalahkan Persib Bandung. Namun tidak menutup kemungkinan ada penghuni bench yang bakal turun sejak menit awal. "Robert profesional. Pemain yang performanya bagus saat latihan, berpeluang jadi inti,"sebut asisten manajer bidang teknik, Abdi Tunggal.
Di kubu lawan, Persisam mencoba realistis. Tim asal Kalimantan Timur ini hanya membidik satu poin. Kondisi PSM yang sedang stabil membuat mereka tahu diri. "PSM tentu tidak mau kehilangan poin di kandang. Apalagi mereka sedang bagus-bagusnya,"tutur asisten pelatih Persisam, Yopi Riwoe.
Adanya empat eks PSM di Persisam tidak membuat mereka sesumbar menang. Ronald Fagundez, Irsyad Aras, Julio Lopez, dan sang kapten Akbar Rasyid memang cukup mengenal karakter permainan Pasukan Ramang. Tetapi mengetahui PSM bakal mendapat dukungan dari ribuan pendukungnya, Persisam tidak berani bicara menang.
