
Tim Badai Pengunungan Persiwa Wamena tetap menjamu tamu-tamunya di Stadion Pendidikan, Wamena. Hal itu ditegaskan arsitek Persiwa, Suharno dan Agus Susanto, asisten manajer tim.
Dengan demikian, rencana PT Liga Indonesia memindahkan home base Persiwa ke Stadion Mandala, Jayapura, dipastikan batal.
Informasi pemindahan laga kandang Persiwa pernah diumumkan CEO PT Liga, Joko Driyono, karena stadion tersebut dianggap tidak layak. Tapi, pembatalan keputusan tersebut kini disambut gembira manajemen klub Persiwa.
“Ya, kami sambut baik keputusan PT Liga. Dengan demikian, kesempatan untuk berprestasi musim ini terbuka lebar,” ujar asisten manajer Agus Susanto pada GOSport.
Usai mengalami kekalahan di kandang Pelita Jaya dan Semen Padang, Suharno terus membenahi sejumlah kelemahan pasukannya. Ia juga meminta kepada manajemen tim agar segera mendatangkan pemain-pemain yang sudah direkrut.
Terjadinya dua kekalahan beruntun, kata Suharno, disebabkan tidak utuhnya pemain. Kini, para pemain Persiwa mulai lengkap. Badai Pegunungan juga siap menjadikan kandang sendiri kembali 'angker' seperti musim lalu.
“Yang turun praktis pemain lapis kedua. Habel Satya dan Yesaya Desnam tak bisa diturunkan karena bergabung dengan timnas. Lalu, para pemain asing saat itu belum ada yang datang,” ujar Suharno.
Jelang tarung dengan Bontang FC, Minggu 17 Oktober 2010, Suharno sedikit lega karena tinggal Erick Weeks dan Li Hao Yuan yang belum muncul batang hidungnya. Sisanya, Sasa Zecevic(Serbia), Christian Desire Kono (Kamerun) dan Eddie Boakay Foday (Liberia) sudah bergabung.
“Memang sedikit lega, khususnya dengan datangnya Foday. Tetapi, jika Erick bergabung kekuatan tim akan lebih dahsyat. Saya akui menjamu Bontang dan Persisam sudah ada beberapa pilihan. Di samping adanya pemain asing, pemain U-21 Persiwa juga sudah bisa dimainkan. Semoga saja hasil kandang bisa membuahkan hasil positif,” kata mantan arsitek Persikab Bandung ini.
Meski demikian, sebut pelatih berbadan tambun ini, bertanding di kandang tidak 100 persen bisa mendapatkan kemenangan. Pasalnya, bertanding dengan dukungan publik sendiri bisa juga memengaruhi mental serta psikologis
pemain. Pasalnya, pemain takut berbuat salah sehingga kemampuan terbaik mereka menjadi tidak maksimal.
“Kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan, jelas akan memengaruhi psikologis pemain. Dan untuk mengembalikan kepercayaan pemain dalam waktu singkat tidaklah mudah. Untuk itu, saya coba lakukan pendekatan pribadi serta meyakinkan bahwa mereka punya kemampuan yang tida kalah bagusnya dengan pemain lainnya,” Suharno menambahkan.
