
The crazy lions arema indoneia gagal mensabotase puncak klasemen dari persipura setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah deltras sementar di tempat lain walau dengan perbainan yang membosankan sang rival berhasil menekuk persibo 0-1.
Meski selama 10 menit babak pertama, kendali permainan berada di tangan Deltras Sidoarjo, namun Arema Indonesia berhasil mencuri gol menit ke-15 lewat heading Piere Njanka.
Seperti biasa, Deltras sebagai tuan rumah membuka serangan sejak awal babak pertama. Masih mengandalkan tenaga empat pemain, yakni Danilo Fernando, Feri Aman Saragih, Marcio Souza dan Christiano Lopes, The Lobster lantang mendobrak pertahanan Arema. Namun segala peluang berhasil dimentahkan lini belakang Singo Edan yang digalang Leo Tumapahu dan Piere Njanka.
Baru setelah menit ke-10, Arema perlahan mengendalikan permainan. Mereka memperoleh peluang pada menit ke-15 melalui tendangan bebas Esteban. Oleh Esteban, si kulit bundar langsung diarahkan ke jantung pertahanan Deltras. Berdiri bebas, bola tandukan Njanka langsung bersarang ke jala Deltras yang dijaga Yanuar Fernanda. Arema pun unggul satu gol.
Empat menit setelah gol Arema yang dicetak Njanka, giliran Deltras mendapat kesempatan oleh Marcio Souza. Sayang tendangan bebs eks pemain Persela Lamongan ini bisa dibendung kiper Kurnia Meiga. Kiper muda Indonesia ini harus bekerja keras. Total ia sudah menghalau dua tendangan keras Marcio dan Christiano Lopes.
Pertandingan semakin memanas memasuki setengah jam pertandingan berjalan. Baik Arema maupun tuan rumah saling serang. Khusus untuk The Lobster, dalam kondisi tertinggal, anak asuh Mustaqim ini melakukan serangan secara sporadis.
Mereka akhirnya memetik hasil pada menit ke-34. Berawal dari pelanggaran Leo Tupamahu kepada Lopes, wasit Fiator Ambarita langsung menunjuk titik putih. Lopes yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menyerangkan bola ke jala Kurnia Meiga. Atas kejadian itu, Leo pun diganjar kartu kuning. Meski kedua tim masih saling serang, skor imbang masih bertahan hingga turun minum.
Bermacam upaya dilakukan kedua tim agar bisa membuat gol. Namun rapatnya pertahanan kedua klub membuat seluruh peluang sirna. Masuk menit ke-63, Arema memasukkan Yongki Aribowo menggantikan Esteban. Sedangkan Deltras menarik Park dan menggantinya dengan Sutikno.
Memasuki menit ke-70, jalannya pertandingan mulai menjemukan. Meski banyak peluang yang didapat kedua tim, tapi tak satupun yang mengarah tepat ke titik sasaran. Akibatnya, meski jual beli serangan, tak satu pun gol berhasil tercipta. Peluang terbaik di babak kedua baru didapat pada menit 72 oleh Marcio Souza. Sayang tendangan bebasnya terlalu mudah untuk kiper Kurnia Meiga.
Masuk akhir pertandingan, kedua tim masih memainkan skema membosankan. Bola justru lebih banyak bergulir di lini tengah. Setiap kedua tim menyerang, lini pertahanan yang cukup kukuh selalu menjadi tembok penghalang. Alhasil hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan.
Meski minim gol, laga yang berlangsung di stadion Gelora Delta, Rabu (27/10/2010) ini justru hujan kartu kuning. Total sembilan kartu keluar dari saku wasit Fiator Ambarita. Arema menjadi penyumbang terbanyak dengan empat kartu, untuk Leo Tupamahu, Zulkufly Syukur, Esteban dan Noh Alam Shah. Sedangkan lima pemain Deltras adalah, Lopes, Yanuar Fernanda, Feri Aman Saragih, Mujib Ridwan dan Park Cong Young.
