
Timnas U-16 Indonesia bertekad mencetak sejarah dengan lolos ke perempatfinal AFC U-16 Championship dengan berusaha merebut kemenangan terakhir penyisihan grup melawan Jordania yang akan digelar Kamis (28/10).
"Kami ingin membuat sejarah untuk lolos ke perempat final Piala Asia U16. Peluang itu cukup besar jika para pemain menunjukkan permainan sepenuh hati karena mereka punya potensi untuk itu," ujar Pelatih Mundari Karya seperti disampaikan Bidang Media Timnas Asep Saputra, Rabu (27/10).
Pertandingan melawan Jordania akan digelar di Jar Stadium, Tashkent, Uzbekistan dengan waktu yang bersamaan dengan Uzbekistan melawan Tajikistan di Stadion Pakhtakor.
Pertandingan akan dimulai pada pukul 13.00 waktu Tashkent atau 15.00 WIB. Rencananya stasiun RCTI akan menayangkan siaran tunda pada malam harinya pukul 24.00 WIB.
Untuk menggapai tekad itu Pelatih Mundari Karya tengah berpikir keras menyusun taktik dan strategi yang tepat untuk menghadapi Jordania yang diasuh mantan pelatih yunior Manchester United, Jonathan Hill.
"Seperti ketika menghadapi Tajikistan, kali ini kita kembali dihadapkan pada masalah kebugaran pemain. Ditambah lagi Firmansyah yang tampil bagus sebagai gelandang bertahan tak akan bisa diturunkan karena terkena kartu merah," kata Mundari.
Lini tengah memang menjadi persoalan yang krusial bagi Mundari Karya, sebab ia seakan kehabisan stok pemain pada lini yang cukup vital ini. Partner Firmansyah saat melawan Tajikistan, Reynaldi Junior pun masih dalam keadaan demam. Demikian halnya dengan Arief Gangsar Patar yang baru pulih dari sakit kepala.
"Kondisi kesehatan Reynaldi tidak memungkinkan untuk dimainkan lawan Yordania. Ia harus istirahat dulu," kata dr Roy Indra Kresna, dokter timnas U16.
Mundari akan berharap pada kondisi Dhomas Aditya yang sudah mulai berlatih setelah dua hari menderita demam. Itupun belum menjamin ia bisa tampil seperti sediakala karena masih dalam masa pemulihan.
Sebagai pilihan terakhir Mundari akan menarik Fakhri Rasyid yang biasanya beroperasi sebagai penyerang kedua menjadi gelandang tengah bersama Arief Gangsar Patar. "Pola permainan pun bisa berubah dari 4-2-3-1 menjadi 4-4-2. Dengan kuartet Antoni, Fakhri, Arief dan Ricky Bardes, duet striker akan dipercayakan kepada Hadi Wibowo dan Angga Putra," papar Mundari.
Dalam sesi latihan di Stadion Yakkasaroy Rabu (27/10) sore, Mundari Karya memfokuskan para pemainnya dalam mengantisipasi serangan pemain Jordania dari beberapa sisi lapangan. Fokus utama adalah pada gelandang bertahan sebagai orang pertama yang membendung serangan.
Sebagaimana tim-tim asal Timur Tengah, lanjut Mundari, Jordania memiliki keunggulan dalam skill individu pemain. Mereka pun biasa memainkan umpan-umpan yang berbahaya untuk menembus kotak penalti dan semua itu yang harus diwaspadai Timnas Indonesia.
Meski fokus dalam pertahanan bukan berarti Indonesia akan bermain bertahan. Antoni Nugroho dan kawan-kawan tetap akan diinstruksikan untuk bermain normal dan terus mencari peluang untuk menyerang. Pola serangan yang dimainkan seperti melawan Tajikistan dengan mengandalkan umpan-umpan pendek dan cepat akan kembali dijadikan senjata Timnas, kata Mundari.
