
Bergabungnya 3 striker lokal, Rahmad ‘Poci’ Rivai, Lukas Mandowen dan Titus Bonay jelas akan memudahkan pelatih Jacksen F Tiago untuk memilih pemain depan siapa yang akan dijadikan ujung tombak. Nah begitu pula dengan Boaz Solossa, striker pilihan utama Persipura ini mengaku cukup terbantu dengan masuknya 3 striker tersebut.
Boaz juga siap untuk diduetkan dengan siapa saja tak terkecuali Lukas Mandowen. "Bagi saya siapa saja saya siap, mereka memang akan sangat membantu saya di depan, tapi biarlah pelatih yang memutuskan," akunya saat mengikuti program long distance di Buper Waena pagi kemarin.
Baginya setiap pemain yan ditunjuk untuk menempati posisi striker sudah seharusnya saling melayani dan menghilangkan sikap egoisme untuk kemenangan tim. Sebelumnya diakhir musim kompetisi lalu Boaz sempat kesulitan untuk memaksimalkan kemampuannya sebagai striker haus gol.
Absennya Albertho Goncalves dan cederanya Tinus Pae cukup mempengaruhi ketajaman Perispura. Alhasil Boaz beberapa kali diturunkan sebagai striker tunggal dan hanya dibantu oleh Ian Kabes dan Gerald Pangkali. Namun dengan dimasukkannya 3 striker baru ini ia juga tidak ingin memilih harus berduet dengan siapa karena menurutnya siapapun yang diturunkan harus saling mengenal karakter permainan tandemnya dan saling membahu.
Rahmad Rivai lanjut Boaz sudah kenyang dengan jam terbang begitu pula dengan Titus Bonay yang sama-sama memiliki karakter atau gaya permainan seorang striker asal Papua termasuk Lukas Mandowen jadi menurutnya tinggal memaksimalkan waktu yang ada untuk salin berkomunikasi dan memadukan kekompakan.
"Poci pemain bagus begitu pula dengan Tibo, sekalipun saya melihat materi musim ini tak jauh beda dengan yang kemarin saya pikir yang terpenting adalah bagaimana dengan materi dan kondisi kami harus meraih prestasi," tutupnya.
Sementara itu, untuk musim kompetisi 2010-2011 Persipura Jayapura berencana akan melakukan perekrutan pemain sebanyak 25 orang. Dibanding musim lalu, jumlah ini lebih banyak 2 orang yang hanya menggunakan 23 pemain. Sebuah kewajaran mengingat Persipura bakal melakoni 3 partai besar mulai dari ISL, Piala Indonesia hingga AFC Cup.
Menjadi pelajaran berharga untuk musim lalu mengingat dengan keterbatasan pemain, Persipura harus terseok-seok di kancah Asia yang akhirnya tim kebanggaan masyarakat Kota Jayapura ini finish di posisi paling buncit pada kompetisi super ketat Liga Champions Asia (LCA). "Kami upayakan paling tidak bisa mendapat 25 pemain dan kami sudah ajukan ini ke manajemen," aku Jacksen saat ditemui disela-sela program Long Distance di Buper pagi kemarin.
Jumlah 25 pemain dinilai paling elegan untuk menghadapi 3 kompetisi berbeda dan menurut Jacksen saat ini tak ada kekuarangan di tiap lini. Untuk lini depan Persipura, paling tidak ada Boaz Solossa, Yustinus Pae, Titus Bonas, Lukas Mandowen dan Rahmad Rivai. Untuk lini tengah ada Gerald Pangkali, Victor Igbonefo, David Laly, Christian David Uron, Zah Rahan, Ian Kabes, Immanuel Wanggai, Stevie Bonsapia dan Ortisan Solossa.
Untuk lini belakang atau defender Persipura juga memiliki stok pemain yang cukup. Barisan pertahanan musim ini ada Ricardo Salampessy, Bio Paulin Pierre, dan beberapa pemain baru seperti Yohanis Choe, Steven Hendambo, Marco Kabiay. ( ade)
