
Tiga pemain timnas Indonesia harus beristirahat beberapa pekan agar pulih 100%.Mereka dibekap cedera seusai membela skuad Merah Putih pada uji coba kontra Persita Tangerang dua hari lalu.
Timnas pun harus menanggung risiko pertandingan. Gelandang milik Persib Bandung Eka Ramdani bermasalah dengan lutut kanannya. Vonis serupa diterima striker Arema Malang Yongki Aribowo. Amunisi lain yang dibalut cedera adalah bek Persipura Jayapura Ricardo Salampessy. Ricardo dibekap cedera betis kanan. Fisioterapis Timnas Mattias Ibo mengungkapkan, cedera yang dialami Yongki paling berat sehingga butuh waktu penyembuhan terlama.
’’Mayoritas pemain terkena benturan. Tapi, mereka bertiga yang butuh perhatian lebih.Agar sembuh total, Yongki harus istirahat tiga pekan. Ricardo butuh istirahat dua pekan, kalau Eka hanya beberapa hari,” kata Mattias kemarin. Mattias menambahkan, Yongki dan Ricardo sebenarnya dibekap cedera kambuhan. Tanda-tanda cedera tersebut sebenarnya sudah muncul saat latihan beberapa hari terakhir.
Namun, kondisinya memburuk setelah terkena benturan saat beruji coba kontra Persita. Ricardo juga sebenarnya punya riwayat cedera panjang. Bahkan, cedera itu sempat membuatnya istirahat panjang dan absen membela Persipura di Djarum Indonesia Super League (ISL) 2008/2009. ”Benturan keras di uji coba semalam (kemarin) berpengaruh buruk. Kami akan membantu penyembuhan Yongki agar siap pada laga Sabtu (25/9), saat membela klubnya,”lanjutnya.
Pada uji coba lokal pertama dengan sistem 4 x 30 menit, timnas menang 4-1 atas Persita.Gol skuad Merah Putih dilesakkan M Ridwan pada menit ke-57 dan 60. Dua gol lainnya didonasikan oleh Arif Suyono pada menit ke-105 dan menit 110.Persita memperkecil kekalahan melalui penalti Dario Battala pada menit ke-86. ”Ricardo mau bermain sebenarnya sudah bagus.
Tapi, dia akhirnya meminta diistirahatkan karena takut bertambah parah.Kami sudah menyiapkan treatment khusus,”ujarnya. Skuad Merah Putih sudah menyiapkan tiga treatment untuk mempercepat penyembuhan para pemain itu.Amunisi yang cedera diberi alat penyangga tasy tating. Semua diberikan agar mempercepat pemulihan sel jaringan yang rusak. Timnas juga memberikan terapi ultra sound kepada tiga nama itu. Mereka juga memakai tens untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri pada otot.
Mattias mengatakan, pemain tidak memakai terapi inframerah karena dinilai tidak efektif. Pemijatan di area cedera juga tidak diberikan agar mengurangi trauma otot atau jaringan tubuh lainnya. ”Bukan hanya terapi dengan tiga alat itu, kami juga mengombinasikannya dengan gerakan fitnes khusus. Inframerah tidak diberikan karena hanya menghangatkan kulit. Kami tidak berani memijat pemain cedera karena akan semakin merusak urat,”lanjutnya.
Mengenai evaluasi dari hasil uji coba timnas,ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar.Permainan timnas tidak berkembang pada 30 menit awal.Koordinasi antarlini juga buruk. Stok striker yang dimiliki skuad Merah Putihmasih tumpul. Pelatih Timnas Alfred Riedl menyatakan, kondisi fisik yang minimal memengaruhi performa pemain.” Kondisi fisik mereka belum pulih karena puasa sehingga tidak maksimal.Kami juga tertekan pada awal laga.Pemain gagal menekan lawan.Yang jelas,performa pemain potensi eliminasi mulai dihitung dari uji coba ini,”tandas Riedl. (wahyu argia)
