Share |

Si Piton Yang Brutal Dan Fenomenal


Julukan tersebut pantas disematkan kepada sosok
Budi Sudarsono. Pemain yang selalu membuat heboh ketika berada di
lapangan hijau. Penampilannya yang impresif bersama SFC selama
pertandingan Inter Island Cup 27 Agustus-5 September mendapat
banyak pujian. Namun sikapnya yang emosinal, termasuk suka
memukul lawan, membuat dirinya juga dihujat.

Ya, kehebohan pertama ketika anak asuh Ivan Kolev itu mencetak
tiga gol ke gawang Persib Bandung, mantan klubnya musim lalu saat
SFC menang 6-0. Gol itu tercipta saat Sriwijaya FC melakoni
partai penentuan dan harus menang dengan selisih minimal 6 gol ke
gawang Persib, jika ingin lolos ke babak final turnamen Inter
Island Cup 2010, Rabu (1/9) lalu.

Mungkin tiga gol itu sebagai pelampiasan kekecewaan Budi kepada
manajemen Persib yang telah memecatnya. Beruntung, Ivan Kolev
memanggil pemain berjuluk si ular phyton bergabung bersama Laskar
Wong Kito. Maklum saja, pemilik jersey 13 itu termasuk pemain
yang disenangi Kolev saat menjadi pelatih Timnas Merah Putih pada
2007 lalu.

Kemudian, Budi juga sukses mencetak satu gol cantik di partai
final IIC di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (5/9),
melengkapi kemenangan SFC 2-0 atas Persiwa Wamena. Menyambut
umpan trobosan yang disodorkan Dirga Lasut, Budi melewati dua
pemain belakang Persiwa, lalu mengecoh kiper Galih Firmansyah.
Tak ayal, pemain kelahiran 19 September 1979 pun melenggang
sendirian mengiring bola hingga ke dalam gawang.

Kehebohan kedua ketika Budi yang termasuk berkarakter
temperamental, harus diusir wasit ke luar lapangan di laga final
itu, sekitar dua puluh menit jelang laga usai. Hukuman tanpa
ampun wasit tersebut, lantaran Budigol --julukannya karena
mencetak 37 gol bersama timnas-- dengan sengaja menghunjamkan
tinjunya ke rahang pemain belakang Persiwa Wamena, Zaza Zecevic.
Kartu merah pantas diterimanya.

Aksi tak terpuji Budi dilatari perlakukan kasar Zaza yang dengan
sengaja menghentikan laju Budi yang sedang menggiring bola.
Pemain asal Serbia mendorong tubuh Budi yang membuatnya terjatuh.
Bibir Budi pun mengeluarkan darah.

Itulah Budi. Meskipun usianya tak muda lagi, 31 tahun, namun dia
tetap memperlihatkan kecepatan dan skill yang mumpuni.

Semangatnya tetap menggebu-gebu. Meskipun puasa, toh tak
menghalanginya untuk berlatih keras. Bahkan terkadang dia tak
sahur, namun tetap konsisten menjalani latihan fisik bersama
pelatih Ivan Kolev. Ya, Budi Sudarsono ingin memwujudkan
ambisinya, memberi banyak gelar untuk SFC
Share on Google Plus

About 12paz