Share |

RD Coba Bangunkan Macan Tidur


Musim 2010/ 2011 dicanangkan sebagai momentum kebangkitan Persija Jakarta. Merombak tim dan mendatangkan pelatih bertangan dingin Rahmad ‘RD’ Darmawan menambah tinggi keyakinan mengakhiri puasa gelar Macan Kemayoran.


Berjaya di era Kompetisi Perserikatan dengan meraih 10 gelar juara dan sekali kampiun Divisi Utama Liga Indonesia 2001,Persija justru melem-pem di Indonesia Super League (ISL). Namun, seolah terbuai dengan kebesaran nama dan prestasi masa lalu, Macan (dari) Kemayoran itu pun kehilangan insting membunuh lawan-lawannya. Mengalami stagnan dalam prestasi, perombakan besar-besaran dilakukan Persija. Kini, di bawah komando RD, Persijamencobamenggapaikejayaan yang lama tak dirasakan warga Jakarta.Apalagi, pelatih berlatar Marinir ini membawa beberapa gerbongnya dari Sriwijaya FC. “Musim ini saya akan membawa Persija menjadi kompetitor serius dalam memburu gelar juara ISL.

Meski berat, saya dan pemain bertekad membawa gelar ke Jakarta,” ujar RD kepada SINDO. RD ini bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, manajemen telah mengontrak resmi 22 pemain sejak 6 September lalu. Dengan resminya status para pemain tersebut sebagai skuad Persija, program persiapan tim pun bisa maksimal. Memadukan delapan punggawa SFC musim lalu dengan pemain lama plus empat pemain asing rekrutan anyar tidak membuat RD kesulitan. Justru hal yang dikeluhkan mantan pelatih Persipura Jayapura ini adalah buruknya infrastruktur lapangan untuk berlatih. Sebelumnya pemain berlatih di lapangan Sekolah Olahraga Ragunan.

Hanya dua kali digunakan,RD memutuskan tim berlatih menggunakan lapangan Lebak Bulus.“Di Ragunan,permukaan lapangannya terlalu keras,”tutur RD. (iwan setiawan)
Share on Google Plus

About 12paz