
Bergabungnya Rahmad Rivai ke Persipura untuk mengisi pos lini depan ternyata telah menjadi impiannya sejak lama. Menjawab pertanyaan wartawan usai latihan di Lapangan Kodam XVII kemarin, mantan striker Sriwijaya FC ini blak-blakan menyampaikan bahwa tak mengira jika akhirnya bisa bermain untuk Perispura.
“Senang sekali, Persipura merupakan salah satu tim yang memiliki kans juara di ISL, dan saya pikir banyak pemain yang ingin bermain untuk tim ini,” bilangnya. Rahmad Rivai memang tak membutuhkan waktu lama untuk memastikan bergabung dengan tim Mutiara Hitam, setelah tawaran diajukan iapun mengiyakan dan langsung berangkat mendahului rekannya, Zah Rahan.
“Dulu ketika masih junior banyak Klub yang saya sukai tapi Persipura yang saya anggap menjadi tim bagus dan saat itu saya berniat untuk bisa masuk dalam tim ini,” akunya. Pemain yang memiliki seorang istri PNS di Ternate yang juga sempat membela Persitara Jakarta Utara ini juga tak perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan kondisi di Papua, menurutnya hampir semua pemain kecuali pemain muda sudah ia kenal termasuk pemain asingnya begitu pula dengan situasi di Papua. “Soal bahasa atau makanan saya pikir tidak masalah, saya sudah terbiasa dengan yang ada di Papua,” katanya.
Niatnya setelah bergabung dengan Persipura kini bisa meraih gelar juaga baik di ISL maupun Piala Indonesia. Sekalipun musim lalu ia berkostum Sriwijaya bahkan sempat bersama Sriwijaya meraih gelar Copa untuk kali ketiga, Poci mengaku tak ada bermain setengah hati.
Baginya Persipura adalah tim yang dihuni banyak pemain bertalenta dan ia siap untuk ikut membantu mewujudkan mimpi tim. “Saya professional saja, memang dulu saya adalah lawan Persipura tapi kini hanya bermain untuk Persipura dan siap memberikan apa yang saya miliki untuk tim ini,” imbuh pemain berkuncir ini. (ade/wen)
“Senang sekali, Persipura merupakan salah satu tim yang memiliki kans juara di ISL, dan saya pikir banyak pemain yang ingin bermain untuk tim ini,” bilangnya. Rahmad Rivai memang tak membutuhkan waktu lama untuk memastikan bergabung dengan tim Mutiara Hitam, setelah tawaran diajukan iapun mengiyakan dan langsung berangkat mendahului rekannya, Zah Rahan.
“Dulu ketika masih junior banyak Klub yang saya sukai tapi Persipura yang saya anggap menjadi tim bagus dan saat itu saya berniat untuk bisa masuk dalam tim ini,” akunya. Pemain yang memiliki seorang istri PNS di Ternate yang juga sempat membela Persitara Jakarta Utara ini juga tak perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan kondisi di Papua, menurutnya hampir semua pemain kecuali pemain muda sudah ia kenal termasuk pemain asingnya begitu pula dengan situasi di Papua. “Soal bahasa atau makanan saya pikir tidak masalah, saya sudah terbiasa dengan yang ada di Papua,” katanya.
Niatnya setelah bergabung dengan Persipura kini bisa meraih gelar juaga baik di ISL maupun Piala Indonesia. Sekalipun musim lalu ia berkostum Sriwijaya bahkan sempat bersama Sriwijaya meraih gelar Copa untuk kali ketiga, Poci mengaku tak ada bermain setengah hati.
Baginya Persipura adalah tim yang dihuni banyak pemain bertalenta dan ia siap untuk ikut membantu mewujudkan mimpi tim. “Saya professional saja, memang dulu saya adalah lawan Persipura tapi kini hanya bermain untuk Persipura dan siap memberikan apa yang saya miliki untuk tim ini,” imbuh pemain berkuncir ini. (ade/wen)
