
Beberapa faktor internal dan eksternal membuat Arema Indonesia diragukan bisa kembali jadi kampiun Indonesia Super League (ISL) 2010/2011.
Mampukah gelar juara itu bertahan? Sebuah pertanyaan yang masih terlalu sulit dijawab.Kompetisi pun belum dimulai. Tapi, yang pasti, alur yang ditempuh Arema tampaknya tidak semulus musim sebelumnya. Kegagalan mempertahankan Pelatih Robert Rene Alberts menjadi salah satu faktor mengapa Arema diragukan. Sang suksesor, Miroslav Janu belum mempunyai kapasitas sebagai pelatih bermental juara.Berkeliaran di PSM Makassar dan Arema, Miro sebatas “numpang lewat”. Memang, Miro mempunyai konsep kepelatihan yang jelas.
Selain memberikan materi latihan modern, dia juga pemompa motivasi, teliti, dan tanpa kompromi. Namun, itu semua terbukti belum cukup untuk mencatatkan namanya sebagai pelatih juara di negeri ini. Bayang-bayang kesuksesan Alberts bisa jadi malah membebani pelatih yang menggemari rendang ini.Miro juga harus bersiap mengeluarkan semua jurus motivasinya untuk pemain yang sangat rawan.Apa lagi kalau bukan soal finansial Arema yang pasang surut. Untuk sementara persoalan finansial memang masih dianggap biasa. Tapi, jika berlarut dan semangat pemain anjlok, seberapa kuat jurus motivasi ala Miro? Setelah lepas sepenuhnya dari PT Bentoel,tim yang berdiri pada 11 Agustus 1987 ini kalang kabut mencari pemodal.
“Kami pasti bertanggung jawab dan memenuhi hak pemain,” demikian ujar Ketua Dewan Pembina Arema Indonesia Andi Darussalam Tabusala (ADS),terkait kontrak yang belum cair karena kas klub kosong. Ungkapan itu masih hambar saat Arema belum juga menemukan pemodal yang konkret. Keraguan semakin kuat melihat persiapan pramusim. Singo Edan tersingkir di Inter Island Cup 2010 walau duduk manis sebagai salah satu tuan rumah. Hasil pertandingan uji coba juga mengecewakan kala Juan Revi dkk ditahan imbang 1-1 Persikubar Kutai Barat di Stadion Kanjuruhan.Belum lagi kabar ada pemain asing yang menolak bermain karena kontrak belum jelas.
Siapa yang bisa membuat hampir semua pemain Arema musim lalu bertahan? ADS! Lihat saja kala rombongan Pierre Njanka, Muhammad Ridhuan, dan Noh Alam Shah berniat bedol deso ke Sriwijaya FC. Berkat negosiasi manjur ala ADS, mereka kembali ke Malang. Arema pun langsung bisa mendapatkan Miro jadi arsitek juga karena ADS. Malah Miro bersedia melatih walau belum menerima uang sepeser pun dari Arema. Selain masalah itu, para pesaing Arema pun siap mencuri trofi dari Kota Malang. Sebut saja Persija Jakarta dan Sriwijaya FC (SFC) yang mulai berbenah. Persija “menculik” Pelatih Rahmad ‘RD’ Darmawan dari SFC. Macan Kemayoran–julukan Persija– berharap pelatih berlatar belakang Marinir ini bisa menghadirkan prestasi ke Jakarta.
Ingat, RD pernah menghadirkan gelar liga untuk dua klub berbeda,Persipura Jayapura (2005) dan SFC (2007).Selain itu,dia juga sukses mengantar SFC jadi kampiun Piala Indonesia dalam tiga musim terakhir. Selain Persija,SFC pun tampak aktif memperkuat armadanya. Setelah mendepak RD, Laskar Wong Kito langsung merekrut mantan nakhoda timnas Indonesia Ivan Kolev.Di tangan pelatih asal Bulgaria itu, SFC disulap jadi miniatur timnas Indonesia era 2007.
Selain Persija dan SFC, hegemoni Arema pun tampaknya masih akan diganggu oleh Persipura Jayapura yang tampil konsisten dalam beberapa musim terakhir. (kukuh setyawan)
