Share |

ILEGAL , Sriwijaya Tolak Ikut Liga Primer


Keinginan PT Liga Indonesia untuk mengikat klub-klub Liga Super Indonesia (ISL) dalam perjanjian tertulis disambut baik oleh Sriwijaya FC. Melalui manajernya, Hendri Zaenuddin, Sriwijaya menyatakan lebih dari
sekedar berkomitmen kepada PT Liga.

"Kami bersedia berkomitmen dengan PT Liga. Kalau diminta tanda tangan hitam di atas putih, kami akan tanda tangan dua kali," kata Hendri pada VIVAnews, Senin 20 September 2010.

Komitmen klub peserta ISL diminta oleh PT Liga karena takut mereka akan 'membelot' ke liga tandingan, Liga Primer Indonesia (LPI). Kompetisi yang terakhir disebut digagas oleh pengusaha Arifin Panigoro pada Jumat 17 September 2010 lalu.

Dalam peluncurannya, hadir beberapa perwakilan peserta klub ISL. Padahal beberapa jam sebelumnya, para peserta ini baru saja bertemu Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darusalam Tabusalla.

Hendri pun mengakui kalau LPI merupakan kompetisi dengan wacana menarik. Namun, kompetisi tersebut dianggap tidak legal karena tidak berada di bawah PT Liga.

"Kita ambil yang sahnya dulu, yang legal dulu yang penting. Kalau konsepnya jelas, tapi tidak legal kan jadi tidak penting juga," kata Hendri lagi.

Dijadwalkan, Hendri beserta manajer-manajer klub peserta ISL akan melakukan penandatanganan komitmen hari ini, Senin 20 September 2010, di Hotel Sultan, Jakarta. Selain agenda di atas, para peserta juga membicarakan hal teknis ISL musim 2010-11 yang akan dimulai pada 26 September mendatang.
Share on Google Plus

About 12paz