Share |

Asisten Pelatih Dilarang Memberikan Instruksi Langsung


PT Liga Indonesia (Liga) menyiapkan beberapa regulasi baru untuk Indonesia Super League (ISL) 2010/ 2011.


Mereka juga sudah menyiapkan sanksi bila klub melanggar regulasi tersebut. Sebelumnya, Liga sudah lebih dulu menetapkan regulasi bagi pelatih.Hanya pelatih lisensi A AFC yang diizinkan beredar di ISL.Liga juga menetapkan aturan bongkar-pasang pelatih. Klub yang mengeliminasi pelatih saat kompetisi berjalan diberi toleransi waktu empat pekan. Bila kebijakan itu tidak dipenuhi, klub akan didenda Rp250 juta. Nantinya, seorang asisten pelatih juga tidak diizinkan memberikan instruksi langsung saat timnya bertanding.

Bukan hanya status pelatih, Liga juga mengatur komposisi tim di bench pemain. Saat bertanding, tim harus didampingi pelatih kepala, manajer, dokter tim, dan media officer.Keempat elemen tim tersebutharusselaluadadi benchpemain. Bila klub melanggar ketentuan tersebut, Liga sudah menyiapkan denda. Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalomboboy mengungkapkan, klub langsung diberi sanksi materiil bila satu dari empat elemen itu tidak ada saat bertanding. ”Kami belum tetapkan nominal denda yang harus dibayar klub. Dalam waktu dekat nilai denda akan diterbitkan.Tapi,sanksi pasti diberikan kalau klub melanggar ketentuan tersebut,” ungkapnya kemarin.

Mengacu pada regulasi AFC, sanksi yang diberikan senilai USD5.000 atau Rp45, 235 juta (USD1=Rp9.047).AFC sebelumnya sudah memberlakukan kebi-jakan di Liga Champions Asia (LCA). Imbasnya,Persipura Jayapura sampai enam kali didenda AFC lantaran media officer tidak berada di bench pemain saat tim bertanding. Total,klub berjuluk Mutiara Hitam itu harus mengeluarkan dana ekstra USD30.000 atau Rp271,41 juta. Vonis serupa dialami Persiwa Wamena saat merumput di AFC Cup 2010.Persiwa didenda AFC sebesar USD15.000 atau Rp135,7 juta. Sebab, tiga kali manajer Persiwa tidak berada di bench pemain saat tim bertanding.

Hal sama terjadi kepada Sriwijaya FC (SFC) saat bertanding di AFC Cup 2010. Laskar Wong Kitomendapat sanksi Rp150 juta dan Rp50 juta di antaranya denda tidak adanya media officer saat berlaga. ”Musim ini pelanggaran-pelanggaran tersebut akan ditertibkan. Klub juga akan dibiasakan dengan budaya yang berlaku di AFC.Jadi,nama-nama yang ada pada DSP (daftar susunan pemain) tersebut bisa dipertanggungjawabkan,” katanya. Pada Djarum ISL 2009/2010, beberapa klub bermasalah dengan DSP.Persitara Jakarta Utara tetap mencantumkan nama Pelatih Dick van Buitelaar dalam DSP.Namun, pelatih asal Belanda itu jarang mendampingi tim saat bertanding.

Bukan hanya kuota wajib bagi empat elemen tim tersebut, Liga juga melakukan pencekalan. Kalangan elite PT (Perseroan Terbatas) justru dilarang berada di bench pemain.Kuota total 14 nama yang berada di bench pemain tidak mengalami perubahan. Pemain cadangan tetap diberi jatah tujuh, lalu sisanya ofisial tim. (wahyu argia)
Share on Google Plus

About 12paz