
Kesulitan Persija Jakarta mengantongi ijin menggelar pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak membuat PT Liga Indonesia (PT LI) jeri. Mereka tetap ngotot bakal menggelar final Piala Indonesia di stadion terbesar di Indonesia tersebut.
“Sejak awal kami sudah mengagendakan akan menggelar pertandingan di Senayan. Sampai saat ini juga tidak ada yang berubah dengan rencana tersebut," terang CEO PT LI Joko Driyono saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (2/6).
Joko optimistis bahwa institusinya bakal mengantongi ijin menggelar pertandingan dari Polda Metro Jaya. Dengan begitu, rencana yang sudah disusun tidak akan terbengkalai.
PT LI juga menganggap bahwa kasus yang menimpa Persija sebagai sebuah esensi yang berbeda. Bahkan, saking ngototnya, PT LI juga belum menyiapkan rencana untuk menggelar pertandingan di tempat lain di luar Jakarta.
“Kalau hanya sekedar menyebut nama sih boleh-boleh saja. Tapi kami tetap ingin menggelar pertandingannya di Jakarta," tambah Joko.
Pria asli Ngawi, Jatim tersebut mengatakan, setidaknya ada dua tempat yang dianggap layak untuk menggelar partai final. Yakni Stadion Manahan Solo serta Gelora Delta Sidoarjo. Padahal awalnya masih ada nama Stadion Segiri Samarinda yang juga dianggap representatif untuk menggelar partai pemungkas.
“Kesulitannya ialah pada pihak RCTI. Mereka belum tentu mau jika pertandingan finalnya digelar di tempat yang jauh. Tentu akan sangat merepotkan. Karena itu, Manahan dan Gelora Delta menjadi alternatif," tambah pria yang juga alumnus ITS Surabaya tersebut.
Di sisi lain, tak ada perubahan mencolok mengenai jumlah pemain asing yang bisa bertanding di babak delapan besar mendatang. Tiap klub boleh menurunkan semua pemain asingnya. Sebelumnya, di babak 16 besar, hanya tiga pemain asing yang boleh turun gelanggang.
Hal itu dimaksudkan agar babak delapan besar nanti bisa berjalan dengan lebih ketat. Kehadiran lima pemain asing di dalam sebuah tim diharapkan mampu membuat pertandingan kian ketat. “Kalau di babak 16 besar lalu, kami memang memberi kesempatan agar klub-klub divisi utama juga kompetitif," ujar Joko. (ru)
