Setelah mendirikan Akademi Sepakbola Sriwijaya FC (AS-SFC), managemen SFC akan membuka cabang AS-SFC di setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Untuk memastikan pembinaan berjalan lancar, manajemen akan menggunakan sistem waralaba bagi daerah yang berminat membuka cabang AS-SFC. Jika diwaralabakan maka yang mengelola akan benar-benar serius menjalankan sekolahnya.
"Kami rasa suatu hal yang wajar jika nama SFC ini dijual dengan sistem waralaba. Karena nama SFC juga cukup menjual," jelas direktur teknik SFC Hendri Zainuddin, Rabu (7/7/2010) di Sekretariat SFC.
Menurut Hendri, untuk mendirikan Akademi sepakbola, SFC merogoh kocek lebih kurang Rp 100 juta. Dana itu dipergunakan untuk pembelian peralatan latihan dan pembayarakan gaji 8 pelatih dan asisten pelatih yang diambil dari mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Unsri.
Meskipun demikian, untuk pembangunan dan pendirian akademi di daerah-daerah, SFC tidak akan meminta dana kompensasi kepada kabupaten/kota yang berminat menggunakan band SFC itu.
"Kami gratiskan, asalkan mereka benar-benar menunjukkan keseriuasan. Yang akan diberikan adalah bantuan yang kami lakukan di Palembang," jelas Hendri.
Sebelum menjadi akademi, SFC sebenarnya sudah memiliki Sekolah Sepakbola (SSb). Karena alasan modernisasi dan penyegaran SSb ini berganti nama menjadi akademi. Kini AS SFC menerima 430 siswa dan mengikuti latihan perdana.
"Peserta terdiri atas 280 siswa baru dan 150 siswa lama. Mereka dibagi beberapa kategori U-12, U-13, U-14, dan U-15," tutup Hendri.
(van)
Untuk memastikan pembinaan berjalan lancar, manajemen akan menggunakan sistem waralaba bagi daerah yang berminat membuka cabang AS-SFC. Jika diwaralabakan maka yang mengelola akan benar-benar serius menjalankan sekolahnya.

