
Pelatih Persebaya Surabaya, Rudy William Keeltjes mengakui jika timnya kalah permainan atas tamunya, Sriwijaya FC saat kedua tim bertemu, Selasa (20/7/2010) sore tadi. Meski Bajul Ijo menang 1-0 pada laga yang dilangsungkan di Stadion Gelora 10 Nopember ini, mereka tetap tidak lolos ke semifinal.
Pada laga leg kedua babak 8 besar Piala Indonesia ini, satu-satunya gol Persebaya dicetak Juan Marcelo pada menit ke-86 melalui titik putih. Sepanjang pertandingan, Bajul Ijo banyak membuang peluang. Selain itu, meski butuh kemenangan lebih dari dua gol, namun permainan Andi Oddang justru lebih bertahan. Alhasil mereka dipastikan gagal lolos ke semifinal karena kalah agregat gol 2-1.
"Meski kalah saya tetap bangga anak-anak bisa bermain terbuka. Sriwijaya memang menang dalam koordiansi tim, permaianan mereka mampu mengalahkan kita. Saya hanya berharap kedepan kita bisa bertanding lebih baik," ucap Rudy kepada wartawan usai laga.
Meski gagal lolos, Bajul Ijo tetap mendapat bonus dari manajer, I Gede Widiade dan asistennya, Ferdinand Patty. "Karena kita hanya cetak satu gol, kita dapat Rp 10 juta dari manajer dan Rp 10 juta dari asisten manajer," sambung mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini.
Semantara itu, pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan menegaskan, sejak awal pertandingan dirinya memang sengaja menggunakan formasi alternatif, yakni 3-5-2, padahal biasanya ia menggunakan skema 4-3-3. Hal ini dimaksudkan untuk meredam permainan Bajul Ijo yang terkenal ngeyel, apalagi ketika bertanding di depan pendukungnya.
Mengenai keputusan wasit Oki Dwi Permana yang memberikan hadiah penalti untuk Persebaya pada menit ke-86, pria yang pernah membesut Persikota Tanggerang ini tidak mau berkomentar terlalu banyak.
"Sebab saya tidak melihat prosesnya. Nanti akan kita lihat dari rekaman pertandingan. Yang jelas perjalanan kita tinggal dua langkah lagi, jadi harus kita tuntaskan," tutup Rahmad. [sya/kun]
