Share |

PSSI Dapat Kucuran Rp 20 M


PSSI layak bersyukur. Saat cabang olahraga (cabor) peserta SEA Games 2011 lainnya belum mendapatkan kepastian dana dari pemerintah, kucuran untuk PSSI sudah ditentukan, yakni Rp 20 miliar.

"Memang benar PSSI mendapatkan kucuran dana untuk SEA Games Rp 20 miliar. Dana itu sudah digedok DPR," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (21/7).

Menurut dia, kebutuhan membayar pelatih tidak termasuk dalam dana itu. Uang tersebut digunakan untuk gaji pemain serta biaya akomodasi, uji coba, dan kebutuhan lain.

"Dana itu akan cair secara bertahap, tidak sekaligus," lanjutnya.

Karena itu uang negara, papar dia, PSSI akan sangat berhati-hati. "Pertanggungjawabannya jauh lebih sulit daripada dana dari sponsor," beber dia.

Meski sudah mendapatkan kepastian dana yang tidak sedikit, dia menjelaskan bahwa kebutuhan riil PSSI demi menyabet medali emas di SEA Games 2011 lebih besar. "Tapi sudahlah, kucuran itu sudah sangat membantu. Kami akan sangat berhati-hati menggunakannya agar tidak menimbulkan persoalan di kemudiaan hari," cetus dia.

Digedoknya dana Rp 20 miliar oleh dewan tersebut memang tidak sesuai dengan harapan PSSI. Saat beraudiensi dengan jajaran KONI pada 5 Mei lalu, Ketum PSSI Nurdin Halid mengatakan akan mengajukan anggaran Rp 30 miliar untuk kebutuhan SEA Games 2011. Dana itu mencakup gaji pemain dan pelatih serta biaya tryout dan kebutuhan lain.

Nugraha memaparkan, secara global kebutuhan PSSI untuk menyambut SEA Games, Pra-Olimpiade, dan Pra-Piala Dunia mencapai Rp 70 miliar.

Soal rumor mendatangkan pelatih asal Turki, Fatih Terim, pria dari Bandung tersebut menyatakan belum bisa berkomentar banyak. Menurut dia, munculnya nama mantan pelatih AC Milan itu bermula dari pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Komunikasi yang membahas kemungkinan tersebut baru terjadi antara Nurdin dan Menpora Andi Mallarangeng.

Tapi, jika rencana itu serius, terang dia, Terim menukangi timnas senior. Sebab, timnas U-23 yang turun di SEA Games tahun depan sudah pasti dilatih Alfred Riedl. Posisi pelatih dari Austria tersebut tidak akan diutak-atik lagi.

Melihat reputasi Terim, pria yang akrab disapa Kang Nug itu pesimistis eks pelatih timnas Turki tersebut bisa didatangkan ke Indonesia. Dia menggambarkan, gaji Terim pasti lebih tinggi daripada Ruud Kroll, yang pernah disebut-sebut bakal mengarsiteki timnas Merah Putih. PSSI batal mendatangkan pelatih dari Belanda itu karena gaji yang dipatok Rp 800 juta per bulan. "Gaji Ruud Kroll saja segitu. Gaji Terim pasti lebih tinggi. Bagaimana kami bisa membayarnya?" tegas Kang Nug.

Meski begitu, Terim masih mungkin melatih timnas Merah Putih. "Itu bisa terjadi asal pemerintah ikut campur. Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Turki akan sangat membantu," ucap dia. (ali/c11/dig)
Share on Google Plus

About 12paz