Share |

Persija Trauma Faktor Nonteknis Persik


Persija Jakarta dibuat kecewa saat bersua Persik Kediri di ajang Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu dipaksa mengakui ketangguhan Persik lewat penalti kontroversial dalam laga di Stadion Brawijaya, Kediri, 31 Maret silam.

Saat itu Persija kalah dengan skor 1-2 oleh Persik. Kekalahan tersebut membuat penggawa Persija diliputi rasa trauma saat harus bersua Persik di babak delapan besar Piala Indonesia 2010. Persija bakal menjamu Persik terlebih dahulu pada 17 Juli mendatang. Setelah itu, Macan Kemayoran akan menjalani laga tandang pada 21 Juli.

"Tentu kami masih trauma. Kami lebih takut dengan faktor nonteknis saat melawan Persik daripada sisi teknis. Secara teknis, kami lebih kuat," jelas Leonard Tumpamahu, bek Persija.

Namun, tidak demikian menurut pelatih Persija Benny Dolo. Dia menyatakan tak mau ambil pusing dengan aspek nonteknis yang kerap menaungi Macan Putih, julukan Persik. "Kami hanya akan membicarakan sisi teknis. Sisi nonteknis bukan urusan pemain dan pelatih. Fokus kami hanya mempersiapkan diri untuk memenangi pertandingan di dalam lapangan," terang Benny Dolo kemarin (5/7).

Karena itu, pelatih yang karib disapa Bendol tersebut mengharapkan agar anak asuhnya tak terlalu terbebani dengan kejadian-kejadian aneh yang bisa saja terjadi saat bersua Persik.

Saat ini Persija tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi babak delapan besar tersebut. Bambang Pamungkas dkk bertekad menjadi kampiun di Piala Indonesia musim ini. Sebab, itu akan menjadi obat kekecewaan mereka setelah gagal menjuarai ISL musim lalu.

"Kami akan turun dengan kekuatan terbaik di Piala Indonesia kali ini. Bukan hanya pemain lokal, tapi juga para pemain asing," jelas mantan nakhoda Arema tersebut. (ru/diq/j)
Share on Google Plus

About 12paz