Share |

Manual Liga Direvisi


Manual Liga musim 2010/2011 mengalami revisi. Selain menyiapkan venue buangan, Liga juga menyiapkan peranti khusus lainnya untuk mengurai problem perizinan klub DISL pada dua musim terakhir.

Regulasi baru mengatakan,status laga buangan akan diterima klub bila sepekan menjelang kickoff gagal mendapatkan izin. Liga menunjuk Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo,sebagai venueuntuk klubklub yang terbelit perizinan. Artinya, klub yang gagal mendapatkan izin harus menggelar home di antara dua stadion tersebut.

Pada beberapa kasus perizinan sebelumnya, klub masih bebas memilih stadion. Persija Jakarta pada DISL 2008/2009 menghabiskan 50% home di luar SUGBK. Sedikitnya tujuh laga kandang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang. Masing-masing satu home harus digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, dan Stadion Manahan. Macan Kemayoran juga menutup agenda 2009/2010 dengan menggelar home leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia di Stadion Manahan.

’’Klub pada prinsipnya harus menyelesaikan status perizinan sampai 14 hari menjelang kickoff. Tapi, mereka harus bermain di stadion yang telah ditetapkan tersebut kalau sepekan berikutnya tidak ada progres. Manahan dan Gelora Delta ditunjuk karena memenuhi standar DISL,” ungkap Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy kemarin.

Regulasi ini tampaknya untuk mengeliminasi kegagalan menggelar home. Sedikitnya dua home dinyatakan batal pada DISL 2009/ 2010. Persija dinyatakan kalah walkover (WO) 0-3 setelah gagal menjamu Persiwa Wamena. Status yang sama diterima Persik Kediri karena batal menjamu Persebaya Surabaya. Persik divonis serupa, meski Liga akhirnya setuju rematch. Kasus serupa menimpa Persija U-21 karena gagal menjamu PSPS U-21. Selain kalah 0-3, nilai mereka juga dikurangitigaplusdendaRp25juta. (wahyu argia)
Share on Google Plus

About 12paz