
Persija Jakarta mengakui kelahannya 2-0 dari Persik Kediri dalam babak delapan besar Piala Indonesia (PI) di Stadion Brawijaya Kediri, Rabu (21/7/2010) sore.
Pengakuan itu disampaikan oleh Asisten Pelatih Persija, Maman Suryaman dalam jumpa pers. Mamang menyampaikan keunggulan lawannya, setelah Benny Dollo tidak dapat hadir di pers room.
"Permainan bola ada seri, ada kalah, dan ada yang menang. Kita akui hari ini kita kalah, dan kita akui Persik bermain lebih baik daripada saat main di Solo kemarin," ungkap Maman kepada sejumlah wartawan.
Penyebab kekalahan Macan Kemayoran, ungkap Maman, karena faktor fighting spirit atau semangat juang anak asuh Benny Dollo yang kurang. "Peluang kita hanya di babak pertama. Kalau itu menghasilkan, ceritanya lain. Tapi setelah itu tidak ada peluang, tidak ada yang bekerja, tidak ada yang bersemangat," keluh Maman.
Disinggung mengenai penguasaan permainan Persija pada menit-menit akhir namun gagal diselesaikan, Maman mengaku karena Persik mulai bertahan di belakang. "Sudah terlambat, karena para pemain Persik menjaga lini belakang mereka," kata Maman.
Apa yang disampaikan Maman dibenarkan pelatih Agus Yuwono. Ia mengaku sengaja memasang tiga striker pada babak kedua, dan memperkuat penjagaan di belakang. Hal itu, ungkap Agus, sebuat taktik agar dapat menjaga keunggulan atas Persija.
Dengan hasil akhir 2-0, maka Persik Kediri sukses menuju babak semifinal karena unggul agregat gol 5-4. [nng/kun]
