Share |

Keran APBD Klub Dibuka Lagi


Klub mendapatkan kembali haknya secara penuh dalam penggunaan APBD.Keluhan klub terkait problem pendanaan akhirnya didengar pemerintah. Problem finansial sempat dihadapi klub Indonesia Super League (ISL) pada dua musim terakhir.

Mereka ragu memakai APBD setelah terbit Permendagri Nomor 59 Tahun 2007.Namun, kekhawatiran tersebut bisa hilang setelah Kementerian Dalam Negeri menerbitkan surat nomor 426/2021/sj tentang Tindak Lanjut Rekomendasi Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) 2010. KSN sebelumnya diselenggarakan di Malang pada 29-31 Maret.

Isi surat Mendagri itu menyatakan, pemerintah dan pemerintah daerah (pemda) menyediakan anggaran stimulan APBN atau APBD guna mendukung pencapaian target prestasi sepak bola. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga telah menginstruksikan kepada semua pemangku kepentingan sepak bola nasional agar merespons dan menindaklanjuti rekomendasi KSN itu.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengungkapkan, klub harus efisien dalam penggunaan APBD. ’’Ini bentuk perhatian luar biasa dari pemerintah.Penggunaan APBN atau APBD bisa dikatakan bebas, tapi tetap sesuai ketentuan. Idealnya, dana itu tetap dialokasikan untuk infrastruktur. Kalaupun klub masih menggunakan (APBN atau APBD), tentu tidak 100% dari total kebutuhan,” kata Nugraha kemarin.

Bukan hanya penyediaan APBD bagi klub setiap tahun,pemda wajib membangun infrastruktur olahraga,khususnya sepak bola mulai dari provinsi sampai kecamatan. Pemda juga diwajibkan aktif menggulirkan kompetisi internal secara permanen dan berjenjang. Nugraha menambahkan, PSSI sudah mengirimkan surat kepada pengprov dan pengcab untuk menindaklanjuti instruksi presiden tersebut.

”Itu memang instruksi Presiden SBY. Kami sudah berkirim surat kepada mereka agar segera bekerja sama dengan pemerintah setempat. Secara khusus, kami memang meminta mereka agar menyediakan infrastruktur, bentuk kompetisi, dan pembinaan usia muda,”lanjutnya. Perhatian pemerintah juga diberikan kepada timnas Indonesia. Skuad Merah Putih dikabarkan segera menerima APBN sebesar Rp20 miliar atau 50% dari pengusulan.

Dana itu akan dipakai untuk membiayai operasional persiapan timnas U-23 menjelang SEA Games (SEAG) 2011. Nugraha mengatakan, dana tersebut masih kurang. Pasukan Merah Putihmuda diklaim memerlukan suntikan Rp70 miliar untuk mengikuti paket agenda SEAG, Pra-Olimpiade, dan Pra-Piala Dunia 2014. ”Setiap tahunnya timnas U-23 akan disubsidi Rp20 miliar. Dana tersebut akan dipakai untuk membayar gaji pemain dan uji coba timnas,”tandas Nugraha. (wahyu argia)
Share on Google Plus

About 12paz