Share |

Kantor Persebaya Padam 8 Jam


Ada saja masalah di Persebaya. Pasokan listrik di Kantor Persebaya, Jalan Karanggayam No 1, Surabaya, terpaksa dimatikan delapan jam karena para pengurus belum membayar pajak listrik tiga bulan.

"Iya, sejak pagi lampu di sini (mes Persebaya, Red) padam. Tapi, sekarang nyala lagi. Katanya, kantor belum bayar listrik tiga bulan," ujar seorang pegawai Kantor Persebaya yang identitasnya tidak mau dikorankan kemarin (7/7).

Menurut sumber tersebut, karena tidak dialiri listrik, semua aktivitas di kantor itu terhenti. Bahkan, beberapa pemain mencari peristirahatan di luar mes.

"Mau kerja bagaimana? Semua peralatan mengandalkan listrik. Apalagi, pendingin ruang tidak berfungsi. Seluruh ruang berasa panas," jelas dia.

Meskipun begitu, para pengurus Persebaya membantah bahwa pemadaman tersebut disebabkan kelalaian pengurus membayar tunggakan listrik. "Tidak ada kok. Hanya ada masalah teknis," ungkap Ahmad Munir, sekretaris Persebaya.

Selain itu, perhatian pengurus terhadap skuad Green Force -julukan Persebaya- minim. Bahkan, komitmen I Gede Widiade, manajer Persebaya yang baru, perlu dipertanyakan.

Dia lebih sibuk mengurusi pekerjaannya daripada mendampingi tim secara menyeluruh. Gara-gara kesibukan sebagai seorang pengacara, Gede belum mampu mendampingi penggawa Persebaya ke markas Sriwijaya FC di Palembang pada 16 Juli nanti.

"Saya masih punya tugas di Singapura. Jadi, belum bisa dipastikan saya mendampingi tim saat bertanding ke Palembang atau tidak. Tapi, jika segala urusan di sana (Singapura, Red) usai, saya langsung berangkat ke Palembang," ungkap Gede kemarin (7/7).

Selama ini, para pengurus jarang sekali memantau secara langsung latihan Mat Halil dkk. Kondisi itu terjadi sejak pergantian manajer Persebaya dari Saleh Ismail Mukadar ke Gede beberapa waktu lalu.

"Kami seperti anak ayam yang kehilangan induk. Padahal, kehadiran pengurus dalam setiap latihan kami juga sangat penting. Tapi, mau bagaimana lagi? Mereka saat ini sibuk dengan urusan masing-masing," jelas salah seorang pemain Persebaya yang identitasnya juga tidak mau dikorankan.

Menurut sumber tersebut, para pengurus sebenarnya harus lebih peka dalam melihat kondisi tim. Sebab, keberhasilan tim bukan hanya tanggung jawab pelatih dan pemain.

"Berhasil dan tidaknya tim lebih bergantung kepada pengurus. Meskipun kami wajib berlatih, sensitivitas pengurus untuk tim sangat penting," ucap dia.

Pelatih Persebaya Rudy William Keltjes tidak bisa menutup mata atas kondisi tersebut. Dia menyebut perhatian dari para pengurus sebagai kebutuhan mendesak.

"Itu mutlak. Kami bisa saja berlatih setiap hari. Tapi, kami juga butuh suntikan semangat dari mereka. Masak, mereka hanya bisa datang saat ada uji coba. Setelah itu, mereka tidak pernah muncul lagi di lapangan," keluh Rudy. (dik/c11/diq)
Share on Google Plus

About 12paz