
Persiram Raja Ampat sejak Ahad, (4/7) mulai memanasi skuadnya jelang perhelatan babak Playoff melawan salah satu tim Super Liga yang duduk diperingkat 15 musim kemarin. Rencana perhelatan babak tersebut hingga kini memang belum diumumkan PT LI, namun diperkirakan pertandingan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 22 atau 23 Juli mendatang usai Piala Dunia. Pelatih Persiram Raja Isa yang dikonfirmasi mengaku tak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Mantan pelatih Persipura ini mulai memfokuskan pemain untuk kembali berlatih.
“Hari ini (kemarin) pemain sudah ada yang melakukan latihan, memang belum semuanya tapi untuk pemain lokal sudah berlatih tinggal pemain di luar Papua yang akan kami panggil,” bilangnya via hand phone. Pelatih asal Malaysia yang familiar dikalangan wartawan ini sudah berada di Sorong untuk memonitor pemain lokal yang mengambil inisiatif untuk berlatih. Baginya kesempatan satu tiket terakhir untuk lolos ke Super Liga merupakan satu peluang untuk membawa nama Raja Ampat dikenal lebih luas, dan ia melihat dengan potensi pemai lokal yang dimiliki Persiram akan mampu berbicara lebih.
“Untuk jadwal dan tim mana yang akan kami hadapi memang belum ada penjelasan dari PT LI,” katanya. Raja cukup optimis dengan kemampuan pemain lokalnya yang mulai terbiasa dengan pertandingan ekstra ketatat dan pelajaran berharga yang ikut menempa mental anak asuhnya adalah ketika bertemu 3 tim Super Liga di Piala Indoensia. “Pemain sudah siap, bagi saya dengan sebagian besar mengandalkan pemain yang belum memiliki nama dikancah sepakbola nasional namun bisa bertahan sampai sekarang untuk lolos merupakan satu prestasi yang membanggakan,” jelasnya.
Seperti diketahui saat ini, peringkat ke-15 kompetisi kasta tertinggi yang dihuni Pelita Jaya belum jelas karena Persik Kediri dan Persebaya Surabaya masih menyisahkan satu laga, yang juga belum jelas kapan akan digelar. Sebetulnya, peringkat ke-15 tersebut menjadi milik Persebaya Surabaya. Hanya saja, keputusan Komding PSSI yang mengabulkan banding Persik membuat Bajul Ijo harus turun peringkat karena kehilangan tiga poin. Padahal sebelumnya, Persebaya mendapat tambahan tiga poin atas kemenangan WO (walk over) dari tuan rumah Persik yang gagal menggelar laga, karena tidak mendapat izin dari aparat keamanan. (ade/wen)
