
Striker impor Persipura, Qu Cheng sejatinya bisa menjadi momok bagi tim lawan jika saja dari setiap tampilannya menunjukkan konsistensi yang berarti.
Pemain yang menggunakan kostum merah hitam sejak setengah musim lalu ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemain berkelas namun menurut Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, perkembangan permainan Qu Cheng akan lebih cepat jika lebih berkonsentrasi dan mengurangi sensasi.
“Saya pikir yang perlu dilakukan ia (Qu Cheng) saat ini adalah berkonsentrasi dengan pekerjaan dan mengurangi sensasi,” terang Jacksen usai latihan kemarin. Menurut Jacksen untuk bisa terus diturunkan semua dikembalikan ke pemain bagaimana ia serius untuk berlatih dan menunjukkan peningkatan dalam latihan.
Pelatih tidak memberikan apa-apa ke pemain tetapi bagaimana pemain tersebut berusaha untuk meraihnya agar ada sikap menghargai “Saya diajarkan seperti ini bagaimana dengan usaha sendiri meraih sesuatu dan bukan menunggu diberi,” katanya.
“Bagi saya Qu Cheng punya kemampuan, tapi apa saya harus menutup mata dengan kemampuan lain yang lebih baik dan terus menunjukkan peningkatan,” katanya. Tentang sensasi yang dimaksud dicontohkan ketika berhasil mencetak gol pemain dengan tinggi 185 cm ini langsung membuka baju dan pada menit awal melawan Pelita kemarin ia langsung melakukan hands ball.
Qu Cheng memang memiliki spesialis tendangan keras namun jika tidak diseriusi tentu akan sia-sia. Proses yang diajarkan menurut Jacksen tetap mengacu pada kompetisi yang sehat dimana setiap pemain harus menunjukkan keseriusan dan konsentrasi.
“ Ini adalah tim yang butuh persaingan, apapun yang ingin didapat ia harus berusaha dan meraih,” imbuhnya. Qu Cheng menurut Jacksen sudah di drill tapi sekarang kembali ke pemain tersebut untuk menghargainya mengingat pemain lain seperti David Laly maupun Yohanis Makanuay mengalami peningkatan yang berarti. “Saya menilai fair harus melayani pemain dengan sama,” tandasnya. (ade/wen)
