Share |

Penyambutan Arema , FANTASTIS


-Fantastis, seperti itulah gambaran penyambutan Aremania terhadap tim kebanggaanya Arema Indonesia. Penggawa Singo Edan landing di Bandara Abd. Saleh sekitar pukul 15.00 menumpang pesawat Sriwijaya Air, kemarin. Beberapa jam sebelum Arema landing, ribuan Aremania sudah menunggu di Lapangan Batalyon 464 Paskhas Lanud Abd. Saleh.
Sesaat sebelum pesawat Sriwijaya air mendarat di Abd. Saleh, belasan bocah berjajar rapi di depan gedung bandara. Mereka membawa bunga ditangan masing-masing, rencananya akan diberikan kepada para pemain. Selain itu sejumlah perwakilan Aremania juga sudah berada dipinggir landasan.
“Kami akan mengalungkan bunga kepada Robert Alberts, Pierre Njanka dan Manajer Arema Indonesia Mujiono Mujito. Sedangkan bunga yang paling besar diberikan ke Bustomi yang mau menikah,” beber salah satu perwakilan Aremania Cholis Bidajati.
Selain Cholis, di landasan juga ada Aremania lain seperti Marhaes serta Hasmi yang sudah berangkat sejak pukul 12.00 WIB. Marhaes dan Hasmi memimpin konvoi penjemputan Arema dari stasiun Kota Batu. Konvoi itulah yang akhirnya diikuti gabungan Aremania lainnya hingga berjumlah puluhan ribu.
“Saya sengaja memakai atribut rambut-rambutan ini, istimewa ini dari Papua kenang-kenangan dari sana,” aku Marhaes yang tampak sumringah menunggu tim Arema.
Benar saja, ketika pesawat Sriwijaya mendarat, sesaat setelah parkir pesawat itu langsung diserbu. Penggawa Arema turun dari pesawat, namun sebelum menginjak landasan mereka berfoto satu persatu dengan memamerkan replika piala. Pierre Njanka yang turun lebih dulu langsung mendapat kalungan bunga dari Aremania.
“Halo apa kabar,” sapanya kepada Malang Post.
Begitu seluruh pemain sudah menginjak landasan, belasan anak kecil langsung mengerubuti pemain untuk memberikan karangan bunga. Sejumlah petugas Lanud juga memanfaatkan momen itu untuk berburu tanda tangan.
“Ini untuk anak saya,,” aku satu petugas Lanud sambil menenteng poster pemain Arema.
Setelah turun dari pesawat, pemain Arema langsung masuk bus, namun Noh Alam Shah dan Ridhuan digiring ke atas jeep. Setidaknya ada dua jeep Hardtop yang mengawal Arema menuju Mess. Termasuk dua unit Harley Davidson dan dua Unit Honda Panthom. Saat tiba di Lapangan Paskhas, tim Arema dielu-elukan ribuan Aremania yang langsung ikut konvoi.
Yang fantastis adalah sambutan warga Malang, sebab disepanjang jalan, sudah dipadati warga. Suasana sangat mirip dengan karnaval 17 Agustusan untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelatih Arema Indonesia Robert “Meneer” Alberts mengatakan sambutan Aremania sangat luar biasa. Robert yang didampingi istri Thava Malar dan anaknya Arjun Robert tak henti-hentinya melambaikan tangan. Begitupun juga dengan pemain Arema lainnya, wajah mereka diliputi kebahagiaan.
“Ini pengalaman baru dalam hidup saya khususnya dengan selebrasi yang diluar dugaan. Ini berjalan begitusaja, mereka seperti ingin mengatakan terimaksaih kepada tim, dan kita juga ingin mengatakan terimakasih kepada mereka, Masyarakat Malang saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan ini,” beber Robert penuh haru.(ary/bua/jon)
Share on Google Plus

About 12paz