Share |

Markus Prihatin Terhadap Pemain SFC


Penjaga gawang utama Persib Bandung, Markus Haris Maulana mengaku prihatin atas insiden yang menimpa pemain Sriwijaya FC.

Apalagi, dua dari empat pilar Sriwijaya yang kini harus berurusan dengan pihak kepolisian adalah rekannya di timnas Merah-Putih. Charis Yulianto dan Isnan Ali merupakan punggawa timnas yang dipastikan absen saat dijamu Maung Bandung di stadion Siliwangi, Senin (17/5/2010) besok.

Mereka bersama Cristian Worobay dan Ambrizal diduga kuat memukul suporter Sriwijaya yang sempat mengejek timnya sesaat setelah ditahan imbang Persija Jakarta.
Secara pribadi, Markus sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Sebab, sebagai pemain profesional, seharusnya semua pemain bisa mengontrol emosi. Termasuk, bisa menahan diri dari sikap para suporter yang tidak puas atas performa tim yang didukungnya. ”Kalau sudah jadi pemain harus tahan mental. Kalau tidak, maka kita sulit untuk maju,” ujar Markus, Minggu (16/5/2010).

Pemilik nomor 81 ini mengakui, psikologis suporter Palembang, umumnya di wilayah Sumatera sedikit keras. Dia menceritakan, saat dirinya masih berkostum PSMS Medan, pernah diperlakukan kasar oleh para pendukung.

Misalnya saja, ketika pulang bermain dilempari telor busuk. ”Tapi untungnya kita bisa tahan emosi. Karena wajar kalau suporter berharap lebih kepada kita,” tandasnya.
Bahkan, setelah hengkang dari Arema Indonesia dan sebelum berkostum Persib, mobilnya sempat dirusak suporter PSMS.

Padahal, pada paruh LSI musim ini, Markus sebelumnya berkostum Arema. ”Mereka menyalahkan saya karena prestasi PSMS turun. Padahal saya sudah tidak di PSMS lagi. Tapi akhirnya saya wajarkan karena mereka melihat saya anak asli Medan tapi malah saya membela tim yang lain,” jelasnya.
(hmr)
Share on Google Plus

About 12paz