Share |

Arema vs Persisam = 2-1 , Makin Sengit


Persaingan merebut gelar juara Indonesia Super League (ISL), makin sengit. Arema terus mendapat tekanan dari Persipura Jayapura. Bahkan dalam beberapa jam, posisi puncak klasemen dikuasai tim Mutiara Hitam.
Ya, Persipura yang turun di Stadion Mandala Jayapura menjamu Persebaya, berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Ketika itulah, puncak klasemen diambil alih. Saat itu, saat laga selesai pada 17.30 WIT (15.30 WIB) Persipura mengumpulkan 63 poin. Jumlah angka yang sama dengan Arema. Hanya, agregat gol Persipura lebih bagus. Tapi, pergeseran puncak klasemen itu hanya bertahan lima jam. Karena di Stadion Kanjuruhan semalam, Arema berhasil mengalahkan Persisam, 2-1 (1-1). Akhirnya, Arema kembali ke puncak dengan selisih tiga poin.
Namun bukan pekerjaan mudah bagi Arema untuk mengalahkan tim papan bawah klasemen. Bahkan Singo Edan sempat tertinggal lewat gol Pipat Thonkanya menit 26. Memanfaatkan umpan terobosan Danillo Fernando, tendangan menyilang striker timnas Thailand ini, berhasil memperdayai Kurnia Meiga.
Itu masih belum cukup, berkali-kali peluang Arema tercipta, namun tak satupun bisa direduksi menjadi sebuah gol. Mulai dari tandukan Roman Chemelo, tendangan Ahmad Bustomi, sampai shoting keras Dendi Santoso. Plus satu gol Dendi memanfaatkan umpan terobosan Esteban yang dianulir wasit karena terlebih dahulu offside.

Tidak tampilnya striker andalan, Noh ’Along’ Alamshah, membuat pelatih Robert Alberts harus membuat formasi yang agak berbeda. Bahkan boleh disebut, Robert mengatur strategi tanpa striker.
Betapa tidak, duet ’striker’ yang diturunkan adalah gelandang. Roman dan Fakhrudin. Justru Dendi yang berposisi asli sebagai striker, ditempatkan di sektor sayap, menggantikan posisi Fakhrudin.
Tetapi dengan kondisi tersebut, justru membuat serangan Arema berbahaya. Karena tak ada satupun pemain menjadi target man. Termasuk pergeseran posisi sangat dimanis. Tercatat ada lima pemain yang sering mengancam gawang Persisam yang dikawal Wawan. Yakni Roman, Fakhrudin, Esteman, Ahmad Bustomi dan Dendi Santoso. Kemudian masih ditambah Ridhuan yang sering menyisir dari sayap, sebelum melepas tendangan keras.
Termasuk gol yang diciptakan Pierre Njanka lewat titik putih, juga tercipta karena determinasi pemain-pemain tersebut. Bermula dari serangan Arema di sektor kiri, tendangan Roman membentur Saiful. Bola liar di dalam kotak penalti, justru mengarah di posisi Fakhrudin yang kosong.
Bermaksud melakukan tendangan keras, bola diblok M Robi dan mengenai tangan. Tak urung, wasit Jimmy Napitulupu langsung menunjuk titik 12 pas. Njanka berhasil memperdayai Wawan. Kedudukan 1-1.
Di babak kedua, Arema tetap dengan pola yang sama. Sementara Persisam yang terlihat ingin mempertahankan skor imbang, justru terlihat mengendurkan serangan dan memilih bertahan. Sesekali hanya melakukan counter attack.
Melihat kondisi tersebut, Meneer melakukan pergantian pemain. Dendi Santoso ditarik, digantikan Rahmad Affandi. Dengan pergantian itu, Fakhrudin dikembalikan ke posisi swipper dan duet striker ditempati Rahmad Affandi – Roman Chemelo.
Hanya butuh waktu tiga menit di lapangan bagi Rahmad Affandi untuk membuktikan kualitasnya. Mantan striker PSMS itu sukses memanfaatkan bola rebound.
Gol itu diawali dengan lemparan Njanka dari sektor kiri pertahanan Persisam. Bola mantul itu tak bisa dijangkau Wawan. Fandi Mochtar, bermaksud membuang bola lewat heading. Tapi bola justru mengarah ke posisi Rahmad Affandi yang kosong. Dengan tendangan first time, bola meluncur deras ke gawang tanpa bisa dicegah pemain-pemain Persisam.
Setelah leading 2-1, Arema benar-benar ingin aman. Mereka lebih banyak mengatur tempo pertandingan dan sesekali melakukan serangan balik. Sayang salah satu serangan balik yang diskenario cukup bagus, gagal membuahkan hasil.
Roman yang sukses merebut bola dari barisan pertahanan Persisam, memberikan umpan silang ke Rahmad Affandi. Tinggal berhadap-hadapan dengan Wawan, tendangan Rahmad masih bisa diblok Wawan. Dan hingga pertandingan yang dipimpin Jimmy Napitupulu berakhir, skor 2-1 untuk kemenangan Arema.
Dengan hasil ini, Arema tinggal butuh empat poin lagi dalam tiga pertandingan, untuk mengunci gelar ISL yang pertama kali. Atau di pertandingan Rabu mendatang, Persipura gagal menang lawan Persik dan Arema berhasil mengalahkan Bontang FC. Jika formasi itu terjadi, Arema bisa mengunci gelar di Stadion Kanjuruhan. (bua/avi)
Share on Google Plus

About 12paz