
Ketakutan manajemen Persisam putra akan keluarnya keputusan tak adil dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, terkait kasus keributan berdarah di Wamena, saat bentrok dengan Persiwa 3 April lalu, akhirnya terbukti.
Kemarin siang manajemen menerima surat dari PSSI yang berisi sanksi atas kejadian di ranah Papua tersebut. Isi surat komdis tersebut adalah menjatuhkan sanksi denda pada Danilo Fernando sebesar Rp25 juta karena dianggap melakukan pemukulan terhadap Jhon R Banua, Manajer Persiwa. Sanksi lain dijatuhkan kepada manajer Persisam, Coeng Agus Setiawan, yaitu 6 kali tak boleh mendampingi tim di ISL.
Sontak sanksi ini mendapat reaksi keras dari manajemen Persisam Putra. Pasalnya sanksi untuk Persiwa sama sekali tak dibeberkan. Sementara salinan sanksi Persisam Putra diterima pihak Persiwa.
Dalam surat bernomor 69/KEP/KD/ISL-II/IV-10, disebutkan Danilo Fernando dianggap bertingkah laku buruk dengan menampar wajah John Banua sehingga terjadi keributan. Sementar surat dengan nomor 68/KEP/KD/ISL-II/IV-10, disebutkan Coeng Agus Setiawan mengejar asisten wasit I dan masuk ke dalam lapangan.
"Mereka (komdis) menyebutkan kalau sanksi dijatuhkan berdasarkan video rekaman. Sekarang yang kami tanyakan rekaman vidoenya mana? Kalau rekaman tersebut ada, saya pastikan hampir semua pemain Persiwa dijatuhi sanksi, karena mereka mengeroyok pemain kita," terang Coeng.
Saat menghadiri sidang 8 Mei lalu di Jakarta, baik Coeng maupun Danilo Fernando diberi pertanyaan yang sulit dijawab. Salah satunya adalah menunjukan pemain Persiwa mana yang melakukan pemukulan terhadap Choi Dong Soo, sampai pemain tersebut terluka parah.
"Sekarang siapa yang sempat melihat nomor punggung lawan kalau kejadiannya seperti itu. Danilo juga sempat bilang kalau pemain Persiwa itu wajahnya sama semua, jadi kami semua tak hapal," tambah Coeng.
Kecurigaan akan tak adilnya sanksi ini sendiri sudah dirasakan sejak masih berada di Wamena. Sebab hampir semua rekaman pertandingan dinyatakan tak ada. Sementara yang dijadikan patokan komdis adalah sedikit rekaman dimana Coeng Agus masuk lapangan untuk melerai pemain.
"Sementara saat pemain kita dipukuli, sama sekali tak ada rekamannya. Ini kan aneh," ujarnya lagi.
Dari surat komdis tersebut juga terdapat kejanggalan. Di sana disebutkan, pertandingan berlangsung 7 Mei, sementara pada tanggal tersebut pemain Persisam Putra sudah bertolak ke Balikpapan usai bertanding lawan Persipura sehari sebelumnya.
Sementara itu General Manager Persisam Putra, H Harbiansyah Hanafiah saat dikonfirmasi berkenaan dengan kasus ini menyatakan segera banding. Pasalnya hukuman dijatuhkan tanpa ada penjelasan soal kasus tersebut secara detail.
"Saya sudah perintahkan agar segera banding. Bagaimana bisa pemain kita dipukuli malah kita juga kena sanksi," ujarnya. (upi)
