
Pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono akhirnya meminta maaf kepada bobotoh atas insiden penamparan yang dilakukannya usai pertandingan Persib kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Sabtu (10/4). Permintaan maaf Jaya itu disampaikan secara langsung kepada korban penamparan, Agus Fajar (39) dalam sebuah konferensi pers di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (12/4).
Selain Jaya dan Agus Fajar, dalam acara konferensi pers tersebut hadir juga Ketua Viking Persib Fans Club, Heru Joko, Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Muhammad Farhan, dan Wakil Manajer Persib, H. Deddy Firmansyah. Sebelum acara konferensi pers digelar, Jaya sudah bertatap muka terlebih dulu dengan Agus untuk mengklarifikasi insiden tersebut.
"Dari media massa saya tahu, tindakan saya mengundang kecaman keras. Karena itu, secara pribadi saya meminta maaf kepada Pak Agus dan seluruh bobotoh Persib di Jawa Barat. Waktu itu, saya khilaf karena suasananya sangat panas," kata Jaya.
Jaya menjelaskan, insiden penamparan yang dilakukannya lebih disebabkan suasana panas akibat berbagai tekanan yang dihadapinya, baik teror dari suporter tuan rumah, atmosfer pertandingan dan sebagainya. Jaya mengakui, berbagai tekanan berupa ejekan dan teror yang dialamatkan kepadanya itu membuatnya kehilangan kendali diri.
"Saya juga manusia yang punya keterbatasan. Karena itu, ketika Pak Agus ada di depan bus dan memaki-maki dalam bahasa Sunda dengan wajah marah ke arah saya, saya langsung turun dan refleks melayangkan tangan kanan saya," tutur Jaya.
Miskomunikasi
Setelah bertatap muka langsung dengan Agus yang ternyata bobotoh asal Cikutra Bandung, Jaya baru mengerti, cacian dalam bahasa Sunda itu bukan dialamatkan kepadanya, melainkan kepada kelompok suporter Persijap yang mengejek Markus Horison Rihihina. "Jadi, intinya ini hanya masalah miskomunikasi saja," tandas Jaya.
Kepada wartawan, Agus membenarkan adanya miskomunikasi itu. "Pada saat kejadian, sebenarnya saya mau menjelaskan ke Mas Jaya, kalau saya marah kepada suporter Persijap yang memaki Markus, bukan ke Mas Jaya. Tapi karena kejadian begitu cepat, belum sempat menjelaskan, tangan Mas Jaya sudah menyerempet muka saya. Saya juga refleks melakukan tendangan balasan," kata Agus yang datang ke Jepara bersama anak tertuanya.
Selain menerima permintaan maaf Jaya, Agus sendiri menyampaikan permintaan maaf karena telah membuat Jaya marah. "Justru saya yang harus minta maaf. Jujur, atas kejadian itu, saya sempat tak bisa tidur," kata Agus. (B.82)
