
Manajemen PSPS sudah mendeklarasikan tak punya target khusus di Piala Indonesia tahun ini. Tapi, dalam laga lanjutan Babak 32 Besar Grup A bertemu Persikabo Bogor di Stadion Jakabaring, Palembang, Jumat (16/4) malam ini, PSPS ngotot menang. Alasannya jelas untuk menjaga gengsi PSPS sebagai tim Liga Super.
Ya, PSPS saat ini berada di papan atas Liga Super. Sementara, Persikabo Bogor hanyalah tim Divisi Utama yang berada di peringkat empat klasemen akhir Wilayah I dan dipastikan gagal lolos ke Delapan Besar. ‘’Kalau bisa kita jangan sampai kalah,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurnig saat dihubungi Riau Pos, Kamis (15/4).
PSPS memang serius menatap laga kedua ini. Beberapa pemain yang sempat diistirahatkan saat menahan imbang Sriwijaya FC di laga perdana lalu akan dimainkan lawan Persikabo malam ini. Dzumafo Epandi Herman dimainkan menjadi starter untuk diduetkan dengan Isnaini. Saat lawan Sriwijaya FC lalu, Dzumafo dimasukkan di menit ke-50 dan mencetak gol.
Tak hanya Dzumafo, rekannya Cyril Emile Tchana yang sempat istirahat total di laga perdana, malam ini dimainkan menggantikan peran Josh Maguire. Rusdianto dimainkan menggantikan posisi Ade Suhendra di gelandang bertahan. Tapi, Gurning juga akan memainkan pemain pelapis di laga ini yakni Putut Waringin Jati guna menggantikan posisi M Zyahrul.
Untuk kuartet di belakang, Gurning kembali mengandalkan Danil Junaidi, Dedi Gusmawan, Banaken Bassoken dan Agus Cima. Saat lawan Sriwijaya FC lalu, Danil Junaidi disimpan, sedangkan Dedi baru dimasukkan di menit ke-49 menggantikan Septi Hadi. ‘’Kita harus menjaga gengsi sebagai tim Liga Super,’’ tegas Gurning.
Meski akan tampil full team, bukan berarti PSPS bisa dengan mudah merebut kemenangan dari Persikabo. Apalagi, di laga sebelumnya, tim besutan Iwan Setiawan ini sukses menang 3-1 atas Semen Padang. Padahal, Semen Padang merupakan pimpinan klasemen Divisi Utama Wilayah I.
Terlepas dari Semen Padang tak memainkan tujuh pemain pilarnya saat lawan Persikabo, Gurning tetap mewaspadai Yusuke Sasa dkk. ‘’Persikabo juga main tanpa beban di Piala Indonesia ini karena mereka sudah gagal ke Delapan Besar Divisi Utama. Selain itu, sebagai tim Divisi Utama, tentunya motivasi mereka berlipat ganda untuk mengalahkan tim Liga Super,’’ ujar Gurning.
Sementara itu, asisten manajer PSPS, Dityo Pramono mengatakan hasil imbang 1-1 saat bertemu Sriwijaya FC lalu dan kejadian pelemparan batu oleh suporter Sriwijaya FC membuat PSPS berpikir ulang terkait target di Piala Indonesia tahun ini. ‘’Saya kira, hasil di laga perdana dan apa yang diperlakukan suporter Sriwijaya FC, lebih baik kita terus saja ke babak selanjutnya, nanggung,’’ ujarnya.
Berdasarkan hasil tiga pertemuan terakhir, kekuatan kedua tim berimbang. Persikabo sempat mengalahkan PSPS 2-0 di putaran pertama Divisi Utama tahun 2008 lalu dan bermain imbang 2-2 di pertemuan kedua di Stadion Rumbai. Tapi saat bertemu di delapan besar di Malang, PSPS menang dengan skor 2-1.(das)
