Share |

Persipro vs Persema : Main Cerdas


Pertandingan hidup mati akan dilalui skuad Persema pada laga keduanya di penyisihan Grup F Piala Indonesia V, malam ini. Haram hukumnya bagi tim berjuluk Laskar Ken Arok ini sampai kalah saat ditantang wakil Divisi Utama, Persipro Probolinggo di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya. So, Bima Sakti dkk berada diantara dua pilihan yakni menang atau jadi pecundang.
Pasalnya, jika sampai menuai kekalahan, pupus sudah harapan dari pasukan Aji Santoso ini untuk lolos ke babak 32 besar. Pasalnya, tim tercatat dua kali menelan kekalahan dari tiga laga yang akan dilaluinya sepanjang babak penyisihan. Pada laga perdana, mereka dipaksa takluk 0-2 (0-1) dari wakil Divisi Utama lainnya, Persidafon Dafonsoro, Minggu (18/4) malam.
Hasil seripun membuat peluang lolos Persema masih belum terbuka. Sebab di laga terakhirnya, mereka akan bertemu lawan yang lebih berat yakni tuan rumah Persebaya, Jumat (23/4) mendatang. Bajul Ijo tentunya ngebet memenanginya lantaran di laga pertama mereka ditahan seri 1-1 Persipro dan sore ini akan ditantang Persidafon. Persebaya juga adalah pesaing Persema di Super Liga.
‘’Menang sudah menjadi target kami. Jika kalah lagi, peluang kami untuk lolos ke babak 32 besar sudah tertutup. Kami harus berjuang lebih keras lagi saat hadapi Persipro. Konsentrasi dan disiplin sepanjang pertandingan. Kami harus tampil penuh pressing dan bisa jaga tempo. Yang terpenting, pemain Persema tidak boleh remehkan mereka,” terang Aji Santoso, pelatih Persema kepadawartawan.
Manajemen tim sangat mengidamkan tim memenanginya. Persema harus tampil lebih cerdas saat giliran Persipro. Kebugaran pemain tentunya jauh lebih baik dibanding jelang ditantang Persidafon, lantaran tenaganya sudah cukup terkuras saat hadapi lawan pertamanya itu. So, Bima Sakti dkk harus mampu tampil efektif dan begitu memaksimalkan sekecilpun peluang untuk bisa mencetak gol.
Belum lagi, secara materi pemain, Persema lebih unggul dibanding Laskar Angling Dharma, julukan Persipro. Bahkan lawan notabene hanya diperkuat sederetan pemain lokal, tanpa satupun pemain asing. Pemain lokal Persema juga lebih berkualitas dibandingkan pemain lokal mereka. Tidak hanya itu, Persema juga dapat menurunkan tiga dari total lima pemain asingnya musim ini.
‘’Kami harus bermain lebih cerdas lawan Persipro. Kami harus bisa cetak gol dan bisa jaga gawang kami agar tidak kebobolan. Kekalahan kami dari Persidafon dikarenakan memang lawan bermain lebih bagus. Meski saya tidak tahu mengapa gol Brima Pepito di pertandingan itu tidak disahkan wasit,” ujar Manajer Persema, Hadi ‘Soni’ Santoso.
Sementara itu, kubu Persipro sepertinya berada diatas angin. Mereka mengaku tidak melakukan persiapan yang terlalu berlebihan. Hal ini mengingat, tim asuhan Abdul Muntholib ini tidak pasang target apapun di turnamen ini. Pasalnya, Persipro hanya ingin memberi jam terbang yang lebih bagi pemainnya sekaligus sebagai ajang seleksi siapa saja pemain yang layak dipertahankan untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama musim depan.
Karena itu, Tholib, sapaan akrab sang nahkoda Persipro, menegasakan, timnya akan bermain normal. Artinya, akan coba mengimbangi permainan Persema seperti yang diperagakan saat menahan Persebaya. Mantan pelatih Persekabpas ini menegaskan, pemainnya dalam kondisi siap tampil, kecuali sang kapten I Putu Gede yang bakal absen lantaran sedang mengejar lisensi B kepelatihan.
‘’Tidak ada yang khusus, persiapan kami biasa-biasa lawan Persema. Tapi kami tetap akan main maksimal. Pertandingan ini adalah kesempatan kami untuk mengevaluasi para pemain sebagai bekal menyusun tim untuk musim mendatang. Namun, pemain pasti bersemangat hadapi Persema, sebab di Piala Gubernur, kami dua kali mengalami kekalahan. Di Probolinggo, kami kalah 1-2, kami kalah 0-2 di Malang,” terang Tholib.
Persipro akan menghadang dengan skema menyerang. Amunisi tim diperkirakan dihuni kiper, Ahmad Nurrosadi (eks Persekabpas). Di belakang: Heri Ismanto, Setyo Budi dan Hermanto. Di tengah, Ardi Suyanto, Edi Santoso, Jance AW, Imam Hambali dan Dodi Cahyadi. Di lini depan yakni Supaham dan Akhmad Junaidi. (poy/nug)
Share on Google Plus

About 12paz