
Persebaya Surabaya akhirnya memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Indonesia. Tim berjuluk Bajul Ijo ini finish di peringkat pertama setelah mengalahkan Persema Malang dengan skor 1-0, Jumat (23/4/2010) di Stadion Gelora 10 Nopember.
Meski hasil seri cukup membuat Persebaya lolos ke babak 16 besar, tapi Bajul Ijo tetap bermain agresif sejak menit awal. Striker andalan Bajul Ijo, Andi Oddang sempat mengancam gawang Persema Malang pada menit ke-5, sayang sundulannya masih bisa diamankan kiper Sukasto Efendi.
Selama 10 menit awal babak pertama, Persebaya masih mengendalikan permainan. Sedangkan tim asuhan Aji Santoso lebih mengandalkan serangan balik. Permainan agresif Persebaya tetap bertahan hingga 20 menit babak pertama. Sedangkan Persema yang bermain tanpa striker Brazil, Jairon Feliciano terpaksa hanya mengandalkan Brima Papito di depan.
Bajul Ijo kembali mengancam gawang Persema melalui Jeon Byung Euk pada menit ke-23. Sayang tendangan voli Jeon melambung tipis di atas mistar gawang Laskar Ken Arok. Selepas menit ke-25, Persebaya mulai kehilangan kendali permainan. Sebaliknya, Persema memanfaatkan hal itu untuk menyerang gawang Bajul Ijo.
Untuk urusan membuat peluang, Persebaya memang lebih unggul. Sayang duet Wimba Sutan dan Andi Oddang kurang padu. Wimba yang merupakan pemain muda gagal menyatu dengan tim. Beberapa peluang yang ia dapat tidak bisa dimaksimalkan. Wimba pun akhirnya digantikan Arif Ariyanto pada menit ke-41
Jeon kembali mengancam gawang Persema pada menit ke-41. Tapi kiper Sukasto dengan sigap menghalau bola. Gol yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-43 melalui Andik Vermansyah. Menerima umpan dari Arif, Andik pun mengecoh kiper dan membuat skor menjadi 1-0 untuk Persebaya.
Babak kedua baru berjalan tujuh menit, Persebaya mendapat peluang melalui tendangan bebas Jeon Byung Euk. Sayang tendangan Jeon masih menyamping di sisi kanan gawang Persema. Untuk menambah daya serang, pelatih Aji Santoso memasukkan Harmoko pada menit ke-53 menggantikan M Kamri.
Hadirnya Harmoko dimaksudkan untuk memperkuat lini depan. Sebab selama babak pertama, hanya Brima Papito yang menjadi andalan Persema. Hasilnya cukup memuaskan. Sebab serangan Laskar Ken Arok menjadi lebih hidup. Apalagi Siswanto yang selama babak pertama menjadi second striker, kini leluasa menikmati peran aslinya sebagai gelandang serang.
Pencetak gol Persebaya, Andik Vermansyah yang kelelahan ditarik keluar oleh pelatih Rudy William Keeltjes pada menit ke-69. Sebagai gantinya Rudy memasukkan Korinus Fingkreuw. Pertandingan menyisakan 10 menit, Laskar Ken Arok mulai frustasi. Apalagi serangan mereka sering kali gagal di tangan kiper Persebaya, Syaifudin.
Selain itu, trio bek Persebaya, Juan Marcelo, Taka Uchida dan Djayusman Triasdi bermain cukup disiplin. Pertandingan menunjukkan menit ke-86, Persebaya mendapat peluang melalui Anang Ma'ruf, sayang crossing-nya masih bisa dihalau kiper Sukasto Efendi. Akhirnya, hingga pertandingan usai skor 1-0 tetap bertahan. Bajul Ijo pun memastikan diri lolos ke babak 16 besar. [sya/kun]
Meski hasil seri cukup membuat Persebaya lolos ke babak 16 besar, tapi Bajul Ijo tetap bermain agresif sejak menit awal. Striker andalan Bajul Ijo, Andi Oddang sempat mengancam gawang Persema Malang pada menit ke-5, sayang sundulannya masih bisa diamankan kiper Sukasto Efendi.
Selama 10 menit awal babak pertama, Persebaya masih mengendalikan permainan. Sedangkan tim asuhan Aji Santoso lebih mengandalkan serangan balik. Permainan agresif Persebaya tetap bertahan hingga 20 menit babak pertama. Sedangkan Persema yang bermain tanpa striker Brazil, Jairon Feliciano terpaksa hanya mengandalkan Brima Papito di depan.
Bajul Ijo kembali mengancam gawang Persema melalui Jeon Byung Euk pada menit ke-23. Sayang tendangan voli Jeon melambung tipis di atas mistar gawang Laskar Ken Arok. Selepas menit ke-25, Persebaya mulai kehilangan kendali permainan. Sebaliknya, Persema memanfaatkan hal itu untuk menyerang gawang Bajul Ijo.
Untuk urusan membuat peluang, Persebaya memang lebih unggul. Sayang duet Wimba Sutan dan Andi Oddang kurang padu. Wimba yang merupakan pemain muda gagal menyatu dengan tim. Beberapa peluang yang ia dapat tidak bisa dimaksimalkan. Wimba pun akhirnya digantikan Arif Ariyanto pada menit ke-41
Jeon kembali mengancam gawang Persema pada menit ke-41. Tapi kiper Sukasto dengan sigap menghalau bola. Gol yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-43 melalui Andik Vermansyah. Menerima umpan dari Arif, Andik pun mengecoh kiper dan membuat skor menjadi 1-0 untuk Persebaya.
Babak kedua baru berjalan tujuh menit, Persebaya mendapat peluang melalui tendangan bebas Jeon Byung Euk. Sayang tendangan Jeon masih menyamping di sisi kanan gawang Persema. Untuk menambah daya serang, pelatih Aji Santoso memasukkan Harmoko pada menit ke-53 menggantikan M Kamri.
Hadirnya Harmoko dimaksudkan untuk memperkuat lini depan. Sebab selama babak pertama, hanya Brima Papito yang menjadi andalan Persema. Hasilnya cukup memuaskan. Sebab serangan Laskar Ken Arok menjadi lebih hidup. Apalagi Siswanto yang selama babak pertama menjadi second striker, kini leluasa menikmati peran aslinya sebagai gelandang serang.
Pencetak gol Persebaya, Andik Vermansyah yang kelelahan ditarik keluar oleh pelatih Rudy William Keeltjes pada menit ke-69. Sebagai gantinya Rudy memasukkan Korinus Fingkreuw. Pertandingan menyisakan 10 menit, Laskar Ken Arok mulai frustasi. Apalagi serangan mereka sering kali gagal di tangan kiper Persebaya, Syaifudin.
Selain itu, trio bek Persebaya, Juan Marcelo, Taka Uchida dan Djayusman Triasdi bermain cukup disiplin. Pertandingan menunjukkan menit ke-86, Persebaya mendapat peluang melalui Anang Ma'ruf, sayang crossing-nya masih bisa dihalau kiper Sukasto Efendi. Akhirnya, hingga pertandingan usai skor 1-0 tetap bertahan. Bajul Ijo pun memastikan diri lolos ke babak 16 besar. [sya/kun]
