
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, mengaku belum bisa memutuskan PSMP Mojokerto Putra atau Persikabo Kabupaten Bogor yang melaju ke perempat final Divisi Utama. Karena itu, babak delapan besar yang awalnya direncanakan mulai pada 28 April mundur pelaksanaannya menjadi 18 Mei mendatang.
Yang menjadi masalah, PSMP Mojokerto merasa layak tampil di perempat final karena Persikabo mendapat hukuman pengurangan angka sebanyak tiga poin oleh FIFA. Namun, PSSI justru meloloskan Persikabo dengan asumsi bahwa hukuman tersebut sudah diterapkan pada musim lalu. Jika "Laskar Pajajaran" dipotong tiga poin, nilainya menjadi 32 dan PSMP Mojokerto Putra yang mengantongi nilai 33 otomatis melangkah ke delapan besar.
Dijadwalkan, Jumat (22/4/2010) tercapai keputusan pemegang jatah tiket terakhir ke perempat final Divisi Utama. Namun, menurut Joko, keputusan belum bisa dicapai dan diundur pada pekan depan.
"Sudah ada pertemuan dan komunikasi jarak jauh dengan beberapa pihak terkait. Pertemuan akan berlanjut pada Senin (26/4/2010) mendatang. Apakah pertemuan nanti tercapai keputusan, hanya Tuhan yang tahu," ungkapnya saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (22/4/2010).
Sumirnya keputusan berimplikasi kepada jadwal babak delapan besar. Joko akhirnya memutuskan perempat final Divisi Utama bergulir pada 18 Mei dan partai final menjadi 29 Mei. Terkait dengan molornya jadwal, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menolak berkomentar.
"Pertemuan hari ini batal. Saya mau cooling down dulu seminggu ini. Demi Tuhan saya capek banget," akunya saat dihubungi wartawan.
