
SEUSAI kerusuhan di Stadion Pendidikan Wamena antara tuan rumah Persiwa melawan Persisam, aparat keamanan benar-benar ekstra all out dalam mengamankan partai Arema melawan Persiwa tadi malam. Sebanyak 150 personel kepolisian disebar baik pakaian dinas dengan senjata lengkap, maupun yang berpakaian preman yang berbaur dengan penonton di dalam stadion.
Keamanan itu masih ditambah 50 dari TNI AD serta sepuluh Satpol PP dan tujuh petugas PMK. Mereka benar-benar siap mengamankan jalannya pertandingan.''Jumlah keamanan untuk pertandingan ini kalau dibilang cukup, ya cukup. Anggota saya di Kabupaten Jayawijaya ini sebanyak 500 dan tersebar di lima kabupaten,' kata Kapolres Jayawijaya AKBP MH Ritonga kepada wartawan sebelum pertandingan.
Menurut pria berdarah Batak itu, pihaknya hanya mengamankan pertandingan dari gangguan luar seperti penonton. Namun jika ada peristiwa di lapangan merupakan tanggung jawab wasit. Pihaknya bisa masuk lapangan kalau diminta oleh PP.
Meski Persiwa di kandang, namun masyarakat Wamena bisa menerima tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, penonton yang memenuhi tribun VIP maupun tribun ekonomi menyambut kemenangan Singo Edan dengan baik. Dipertandingan kemarin, stadion yang berkapasitas sekitar 5000 penonton itu penuh.
Di tribun VIP juga tampak Aremania dengan menggunakan kaus kebesarannya bergambar Singo Edan. Aremania ini pun berbaur dengan pendukung Persiwa dan mereka tampak akrab. Tak ada nyanyian yang menjelek-jelekan tim lain. Bahkan saat tim Arema menyerang ke pertahanan Persiwa, penonton memberikan dukungan.
Saat pemain hendak keluar dari ruang ganti, pendukung Persiwa menungguinya dan memberikan aplau terhadap pemain saat keluar stadion.''Penonton di Wamena ini suportif. Siapa yang menang itulah yang didukung. Kalau ada persitiwa dengan Persisam itu karena tim tamu yang berbuat ulah,'' kata salah seorang penonton kepada wartawan. (jon/nug
