
PSSI kembali menebar janji. Induk sepak bola tanah air tersebut bakal mengumumkan pelatih timnas Indonesia minggu depan. Hingga saat ini Alfred Riedl (Austria) dan Ruud Krol (Belanda) masih menjadi kandidat kuat arsitek Merah Putih.
"Mereka sudah mengirim konsep kepelatihan. Kami sedang mempelajarinya dalam minggu ini. Dengan begitu, mereka tak perlu datang ke Indonesia untuk presentasi," terang Nugraha Besoes, sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI, kemarin (26/4).
Hingga kini, calon pelatih timnas terus menjadi polemik. PSSI terus-terusan menunda pengumuman nakhoda yang bakal menangani Merah Putih. Kondisi itulah yang menyebabkan banyak pihak seperti kehilangan kesabaran.
Salah satunya, datang dari para pemain timnas. Mereka menuntut agar PSSI sesegera mungkin memutuskan siapa yang bakal menangani timnas.
"Mumpung kompetisi di Indonesia masih berjalan, seharusnya PSSI cepat menentukan pelatih timnas. Pelatih juga harus mengenali karakter individu dan permainan setiap pemain. Pemilihan yang diundur-undur terus sangat berisiko untuk timnas," kata Ponaryo Astaman, gelandang timnas asal Sriwijaya FC.
Hal yang sama diungkapkan mantan kiper timnas Jendry Pitoy. Menurut dia, jika PSSI kembali ingkar janji, hal tersebut dapat merugikan timnas. Apalagi, jika menilik target berat yang ditarget pelatih baru tersebut.
"Seharusnya memang secepatnya diputuskan. Pelatih kan harus punya waktu untuk mempersiapkan diri. Kalau terus molor, ya timnas bisa terbengkalai," terang kiper andalan Persipura Jayapura tersebut.
Mantan kiper Persikota Tangerang itu menambahkan, molornya penunjukan pelatih itu bisa mengakibatkan tertundanya persiapan timnas. Jika sudah begitu, tentu timnas yang akan rugi. Buntutnya, jika timnas gagal lagi, nama PSSI kembali tercoreng.
"Kalau timnas gagal, jelas PSSI yang akan dijadikan sasaran kritik. Kalau tidak ingin itu terjadi, mereka harus secepatnya menunjuk pelatih. Biar pelatih tersebut punya waktu untuk bersiap," tegas Jendry. (ru/kmd/jpnn/c13/diq)
