Share |

Lampu Gajayana Mati, Pertandingan Piala Indonesia Dipindah


Pertandingan Piala Indonesia di grup E batal digelar di Stadion Gajayana Malang. Penyebabnya, lampu Stadion Gajayana tak memenuhi kriteria yang ditentukan Piala Indonesia. Pasalnya sejumlah lampu penerangan mati sehingga sangat beresiko untuk menggelar pertandingan malam hari.
Sesuai standar BLI terkait standarisasi daya penerangan lampu tiap-tiap stadion minimal sejumlah 1200 Lux. Hal itu juga sesuai surat Asian Footbal Confederation (AFC) nomor MBH/DPM/MC tertanggal 28 Maret 2008 perihal lampu stadion. Bahwa pada tahun 2009 dan seterusnya, hanya stadion-stadion yang memiliki kapasitas lampu minimum sebesar 1200 lux saja yang akan diizinkan menggelar pertandingan profesional dan tingkat Asia atau kompetisi yang digelar oleh AFC.
Media Officer Arema Indonesia Sudarmaji membenarkan bila faktor lampu stadion membuat gelaran Piala Indonesia di Stadion Gajayana dipindah. Menurut Sudarmaji, pihak Stadion Gajayana tak mampu menjamin pertandingan pada malam hari. Lantaran kapasitas lampu tak sesuai dengan standar.
“Hanya ada satu pertandingan yang digelar di Stadion Gajayana yakni pada tanggal 20 April antara Persijap Jepara dan Deltras Sidoarjo jam 15.30 WIB,” akunya.
Laga Piala Indonesia itu menurut Sudarmaji bakal dijaga 432 personil keamanan. Itu meliputi seluruh pertandingan yang berjumlah enam laga. Hanya saja, pada laga perdana Arema versus Persijap, tiket tetap menggunakan nama Stadion Gajayana.
“Kita tetap memakai tiket yang bertuliskan Stadion Gajayana meskipun pertandingan digelar di Stadion Kanjuruhan, ada kesalahan cetak,” akunya.
Kata Sudarmaji, sejak awal laga itu memang sudah direncanakan digelar di Stadion Kanjuruhan. Dalam perkembangannya ada perubahan di Stadion Gajayana dan sudah disetujui. Namun secara mendadak, ada perubahan lagi lantaran lampu Stadion Gajayana mengalami kerusakan.
Pelatih Arema Indonesia Robert “Meneer” Alberts mengaku sebenarnya ingin berlaga di Gajayana. Hal itu lantaran Arema ingin kondisi Stadion Kanjuruhan tetap baik saat dipakai dalam laga home Indonesia Super League. Meski batal bertanding di Gajayana, Robert mengaku tak mempermasalahkan hal itu.
“Tak ada masalah, pemain kita juga lebih paham kondisi Kanjuruhan,” aku Robert.(ary/jon)
Share on Google Plus

About 12paz