
JUAN Marcelo Cirelli baru dikenal publik bola Surabaya pada pertengahan musim ini. Dia didatangkan untuk menjalani seleksi Persebaya.
Meski berstatus pemain senior, ketika itu skill dan kemampuan Cirelli dicoba bersama Persebaya U-21. Tapi, profesionalitas Cirelli tak mengecewakan.
Mantan pemain Zeyar Shwe Myay FC, Myanmar, tersebut tetap tampil all-out bersama pemain muda Persebaya U-21. Cirelli juga punya kebiasaan berbeda jika dibandingkan dengan pemain asing lain.
Pria kelahiran 1984 tersebut kerap menambah porsi latihan sendiri di lapangan Persebaya. Salah satunya, dia memperbanyak porsi latihan fisik, seperti joging.
Karena itu, sekitar sepekan proses seleksi bersama sejumlah legiun asing, pelatih Danurwindo yang kini sudah hengkang dari Persebaya tak ragu untuk merekomendasikan Cirelli kepada manajemen. Setelah Cirelli bergabung, Danur, sapaan Danurwindo, justru digantikan oleh Rudy William Keltjes sebagai pelatih. Meski belum memastikan permainan Cirelli di lapangan, Rudy tertarik kepada pemain asal Argentina itu.
"Dilihat dari postur, dia punya bakat sebagai pemain belakang yang tangguh," ujar Rudy pada pertemuan pertamanya bersama Cirelli.
Pendapat tersebut tak salah. Penampilan Cirelli di lapangan tak mengecewakan.
Selain menjadi pemimpin rekan-rekannya di lini pertahanan, pemain bernomor punggung 33 tersebut tak jarang menentukan kemenangan Persebaya. Tampaknya, Cirelli memang sudah klop dengan aroma sepak bola Indonesia yang terkenal keras.
"Ya, saya memang senang bermain di sini. Indonesia berbeda dengan negara Asia lainnya," ujarnya.
Sebelum bergabung dengan Persebaya, Cirelli menyatakan bermain di dua negara Asia Tenggara. Dia bergabung dengan Johor FC dan Kuala Lumpur FA di Malaysia serta Zeyar Shwe Myay FC di Myanmar.
Menurut dia, sepak bola Malaysia tidak terlalu keras.
"Di Myanmar cukup keras. Tapi, Indonesia lebih keras lagi," papar dia.
Karena merasa menikmati berkarir di Indonesia, dia yakin bertahan di negeri ini musim depan. Bahkan, Cirelli tak ragu untuk memboyong istrinya, Andrea Rabiolo, ke Surabaya.
Namun, belum bisa dipastikan Cirelli kembali bergabung dengan Persebaya atau tidak. Kejelasan atas masalah itu masih menunggu keputusan manajemen.
Meski demikian, dia menyatakan ingin bertahan di tim berjuluk Green Force itu. Nah, untuk memuluskan keinginan bertahan di Persebaya, Cirelli bertekad menjauhkan timnya dari jurang degradasi.
"Saat ini memang Persebaya berada di bawah. Tapi, saya sangat yakin bahwa kami bisa lepas dari degradasi," ucap dia. (*/c11/diq)
Biodata
Nama: Juan Marcelo Cirelli
Posisi: Defender
Tinggi: 183 cm
Istri: Andrea Rabiolo
Karir:
River Plate
Gimnasia La Plata, Argentina
Club Ferro Carril Oeste, Argentina
Johor FC, Malaysia
Kuala Lumpur FA, Malaysia
Zeyar Shwe Myay FC Myanmar
Persebaya
