
Meski beda level, pelatih Arema Robert Alberts memastikan timnya tetap akan tampil ekstra ngotot saat menghadapi Deltras Sidoarjo dalam pertandingan lanjutan babak 32 besar Piala Indonesia 2010 untuk grup E di Stadion Kanjuruhan, malam ini kick off 19.00 WIB.
Sekalipun kubu Deltras memilih merendah dengan akan menurunkan lapis keduanya, Robert mengaku tidak peduli. Timnya tetap fokus untuk bisa memetik poin sempurna demi memuluskan langkah Arema ke babak 16 besar. “Saat Deltras kalah 3-2 dari Mojokerto Putra, mereka sebenarnya tetap tampil all out, jadi mereka tampil serius di ajang Piala Indonesia ini, meski beberapa pemain kuncinya sengaja tidak diturunkan lawan Mojokerto Putra,” ungkap Robert usai memimpin latihan di lapangan futsal Arena, kemarin sore. “Apa pun yang dikatakan pelatih Deltras, kita tidak akan meremehkan mereka. Kita akan tampil all out menghadapi Deltras, karena dengan raih kemenangan kita akan bisa lolos ke babak berikutnya,” lanjut pelatih asal Belanda ini.Robert mengaku tidak mempersoalkan timnya lolos sebagai juara grup atau runner up, yang penting lolos ke fase berikutnya. Meski diatas kertas, tim kebanggaan Aremania ini cukup berpeluang lolos ke 16 besar dengan status juara grup E.
Sedangkan formasi pemain yang diturunkannya malam ini, Robert memastikan berbeda dari laga sebelumnya saat menaklukkan Persijap 3-0. Hanya Zulkifli dan Esteban Gullien yang dari formasi sebelumnya masih bertahan dalam starting line up malam ini.
“Hanya Zulkifli dan Esteban yang dari formasi kemarin akan kita tampilkan lagi besok, lainnya istirahat. Selain Esteban, untuk pemain asing yang diturunkan besok yaitu Ridhuan dan Noh Alamshah,” sebut Robert mengaku juga akan menyiapkan pemain U-21 di line up Arema.
Setelah sebelumnya berhasil mencoba Firmansyah yang menggantikan Dendi Santoso, kali ini Arema menyiapkan Sunarto (striker) dan Al Farizi (bek sayap). Kedua dicoba pada sesi latihan Arema di lapangan futsal Arena, kemarin sore.
Dari latihan itu, Arema bakal tampil dengan formasi berbeda dari sebelumnya. Untuk posisi stopper yang menggantikan posisi Pierre Njanka adalah Esteban yang ditarik mundur ke belakang dari posisinya sebagi gelandang bertahan.
Esteban di plot bersama Irfan Raditya di jantung pertahanan Arema, dibantu dua bek sayap Zulkifli di kanan dan Hermawan di kiri. Lini tengah ada Tomy Pranata, Juan Revi, dan Rony Firmansyah untuk mendukung tiga penyerang Arema, Jalaludin Main, Ridhuan dan Noh Alamshah.
Sementara itu, untuk kekuatan lawan, menurut Robert, pemain belakang Deltras, Adolphus Nagbe perlu diwaspadai pergerakannya. Pasalnya pemain yang satu ini sering membantu serangan Deltras, dan cukup rapi dalam menghalau setiap serangan lawan.
“Deltras tim yang seimbang di semua lini, karena itu mereka memiliki spirit yang bagus, sayang pada pertandingan kemarin saya tidak melihat seluruh pemain kuci Deltras karena memang disimpan, jadi kita harus tetap waspada,” pungkas Robert. (bua/nug)
Sekalipun kubu Deltras memilih merendah dengan akan menurunkan lapis keduanya, Robert mengaku tidak peduli. Timnya tetap fokus untuk bisa memetik poin sempurna demi memuluskan langkah Arema ke babak 16 besar. “Saat Deltras kalah 3-2 dari Mojokerto Putra, mereka sebenarnya tetap tampil all out, jadi mereka tampil serius di ajang Piala Indonesia ini, meski beberapa pemain kuncinya sengaja tidak diturunkan lawan Mojokerto Putra,” ungkap Robert usai memimpin latihan di lapangan futsal Arena, kemarin sore. “Apa pun yang dikatakan pelatih Deltras, kita tidak akan meremehkan mereka. Kita akan tampil all out menghadapi Deltras, karena dengan raih kemenangan kita akan bisa lolos ke babak berikutnya,” lanjut pelatih asal Belanda ini.Robert mengaku tidak mempersoalkan timnya lolos sebagai juara grup atau runner up, yang penting lolos ke fase berikutnya. Meski diatas kertas, tim kebanggaan Aremania ini cukup berpeluang lolos ke 16 besar dengan status juara grup E.
Sedangkan formasi pemain yang diturunkannya malam ini, Robert memastikan berbeda dari laga sebelumnya saat menaklukkan Persijap 3-0. Hanya Zulkifli dan Esteban Gullien yang dari formasi sebelumnya masih bertahan dalam starting line up malam ini.
“Hanya Zulkifli dan Esteban yang dari formasi kemarin akan kita tampilkan lagi besok, lainnya istirahat. Selain Esteban, untuk pemain asing yang diturunkan besok yaitu Ridhuan dan Noh Alamshah,” sebut Robert mengaku juga akan menyiapkan pemain U-21 di line up Arema.
Setelah sebelumnya berhasil mencoba Firmansyah yang menggantikan Dendi Santoso, kali ini Arema menyiapkan Sunarto (striker) dan Al Farizi (bek sayap). Kedua dicoba pada sesi latihan Arema di lapangan futsal Arena, kemarin sore.
Dari latihan itu, Arema bakal tampil dengan formasi berbeda dari sebelumnya. Untuk posisi stopper yang menggantikan posisi Pierre Njanka adalah Esteban yang ditarik mundur ke belakang dari posisinya sebagi gelandang bertahan.
Esteban di plot bersama Irfan Raditya di jantung pertahanan Arema, dibantu dua bek sayap Zulkifli di kanan dan Hermawan di kiri. Lini tengah ada Tomy Pranata, Juan Revi, dan Rony Firmansyah untuk mendukung tiga penyerang Arema, Jalaludin Main, Ridhuan dan Noh Alamshah.
Sementara itu, untuk kekuatan lawan, menurut Robert, pemain belakang Deltras, Adolphus Nagbe perlu diwaspadai pergerakannya. Pasalnya pemain yang satu ini sering membantu serangan Deltras, dan cukup rapi dalam menghalau setiap serangan lawan.
“Deltras tim yang seimbang di semua lini, karena itu mereka memiliki spirit yang bagus, sayang pada pertandingan kemarin saya tidak melihat seluruh pemain kuci Deltras karena memang disimpan, jadi kita harus tetap waspada,” pungkas Robert. (bua/nug)
