Share |

Arema vs Deltras = 1-0 , Tertolong 12paz


Arema indonesia memastikan diri melaju ke babak 16 besar piala indonesia setelah gol 12paz noh alam shah membungkam deltras 1-0.
Gol tunggal yang mengantarkan Singo Edan ke putaran kedua Piala Indonesia ini lahir dari kaki sang bomber, Noh Alamshah dari titik penalty di menit ke-52.
Walaupun masih menyisakan satu pertandingan melawan Mojokerto Putra, Senin (19/4) besok, Arema sudah berhak menggenggam tiket babak 16 besar. Dua kemenangan berturut-turut inilah yang menjadi syarat tim agar bisa lolos ke babak 16 besar. Arema akan melanjutkan langkahnya ke babak yang lebih bergengsi bersama Mojokerto Putra yang sebelumnya menggulingkan Persijap.
Meski bukan tim yang selevel, tetapi bukan berarti Deltras tim yang mudah ditaklukkan. The Lobster sepertinya sudah mengetahui permainan Singo Edan yang tampil menyerang. Mereka pun mencoba mengantisipasinya dengan menerapkan permainan defensive football. Enam hingga tujuh pemain Deltras dikerahkan sang pelatih di jantung pertahanan guna menjaga agar gawangnya tetap aman.
Akibat pertahanan yang ekstra kuat dari Deltras, Arema harus bekerja lebih keras agar bisa segera mengoyak gawang lawannya itu. Sayangnya, niatan untuk lebih cepat membobol gawang Deltras tak kunjung berhasil. Peluang-peluang emas yang diciptakan Rony Firmansyah di menit ke-12, M Ridhuan di menit ke-15, dan Noh Alamsyah di menit ke-19, berhasil ditepis oleh penjaga gawang Deltras, M Juni Irawan.
Selain karena lawan menerapkan strategi bertahan, anak didik Pelatih Robert Alberts ini tidak bisa cepat mencetak gol karena serangan-serangan yang diluncurkan kurang tajam. Tidak diturunkannya M Fakhrudin, Beny Wahyudi dan Achmad Bustomi ternyata cukup mempengaruhi supply bola dari tengah ke depan. Karena aliran bola yang kurang lancar ini, membuat Noh Alamshah harus bekerja ekstra keras untuk menghadapi pertahanan kuat yang dibangun The Lobster.
Tampil menyerang tanpa hasil membuat tempo permainan menurun. Arema pun mencoba mengambil peluang dari bola-bola mati ketika serangan gencar yang dilakukannya selalu berhasil dipatahkan oleh anak didik Nusyadera. Esteban Gulian yang memang memiliki kelebihan di bola-bola mati dipercaya oleh Pelatih Robert Alberts beberapa kali. Sayangnya, peluang dari tendangan bebas ini pun tak juga berbuah manis.
Merasa sedikit di atas angin karena berhasil menahan serangan tuan rumah, membuat Deltras menjadi lebih percaya diri. Memasuki menit ke-40, mereka menambah daya serangnya. Satu peluang tercipta untuk The Lobster, beruntung Iswan Karim menjaga gawang dengan baik. Kedudukan di babak 45 menit pertama pun tak bergerak dari angka 0-0.
Di babak kedua, pelatih Robert Alberts menarik keluar Ronny Firmansyah yang cedera di akhir-akhir babak pertama. Pelatih asal Belanda tersebut memasukkan pemain muda Dendy Santoso sebagai pengganti Ronny. Keputusan Robert ternyata sangat tepat, Dendy menunjukkan kontribusi yang apik bagi tim selama pertandingan berlangsung. Pemain muda ini mampu menggerakkan aliran serangan dengan mengantarkan bola dari belakang ke depan secara konsisten. Kerja bagus Dendy pun cukup membantu Noh Alamshah yang kali ini bekerja sendirian di depan.
Pelanggaran di dalam kotak penalty dilakukan oleh pemain Deltras kepada Dendy di menit ke-52. Dalam kondisi yang bebas, tiba-tiba Dendy diambil dari belakang. Wasit pun memberikan hadiah penalty untuk tuan rumah. Noh Alamshah yang bertindak sebagai eksekutor di tendangan penalty dengan manis menyontekkan bola ke gawang Deltras yang dijaga M Juni Irawan.
Di sisa waktu, Arema kembali mendominasi serangan. Namun serangan-serangan ini tak kunjung juga membuat skor mereka bertambah. Kedudukan tipis 1-0 ini pun tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang yang menandakan pertandingan berakhir. (nda/bua/nug)
Share on Google Plus

About 12paz